Larasatinesa.com - Sepertinya udah lama banget nih nggak review film. Tiap mau review tuh seringnya mengendap di-draft doang, berujung udah keburu hilang feel-nya. Berhubung ini filmnya belom lama rilis di Korea, saya mau jelasin ulasan yang bahasa halusnya adalah spoiler dari film Korea yang berjudul Alive.
Flashback dikit, kamu ingat nggak saya pernah review film semacam Alive diblog ini? Kalau nggak ingat juga nggak apa-apa sih, da nggak akan ditanya di akhirat. Dulu saya pernah review film Train To Busan yang menuai kontroversi banyak komentar dari temen-temen saya. Film Alive ini benang merahnya sama kayak Train To Busan karena mengangkat tema thriller yang isinya tentang perjuangan bertahan hidup di tengah serangan wabah zombie yang asli lihatnya aja malesin banget.
Dikutip dari Wikipedia; Alive adalah sebuah film tentang mayat hidup yang berasal dari Korea Selatan tahun 2020 garapan Cho Il-hyung, dan menampilkan Yoo Ah-in dan Park Shin-hye. Film Alive ini sebetulnya diangkat dari naskah film indie Amerika Serikat tahun 2019 yang berjudul Alone karya Matt Naylor. Film Alive dirilis di Korea Selatan pada 24 Juni 2020.
Film yang mendapat rating 6.2/10 versi IMDb ini bercerita tentang perjuangan 2 orang yaitu Joon Woo (Yoo Ah In) dan Yoon Bin (Park Shin Hye) yang bertahan hidup di sebuah apartment di Kota Seoul yang tengah dikepung oleh zombie. Wabah zombie ini tiba-tiba aja datang nggak tau dari mana dan cepat sekali menyebar di seluruh kota. Di sini tuh benar-benar nggak ada clue wabahnya berasal dari apa/mana. Pas menit-menit pertama udah langsung aja nunjukin si Joon Woo lagi asik main game tiba-tiba dengar teriakan orang-orang dikejar zombie dari luar. Sumpah ini creepy banget. Apalagi dia tinggal sendirian di apartment padat penduduk yang aksesnya hanya ada satu pintu utama di lantai bawah. Ditambah jaringan internet dan aliran listriknya mati, guys. Luar biasa paniknya!
![]() |
| Joon Woo (Yoo Ah In) | source: Soompi |
![]() |
| Yoo Bin (Park Shin Hye) | Source: Soompi |
Jujyurr.. w kzl nungguin Park Shin Hye keluarnya lama banget. Udah hampir setengah film berlalu, doi baru keluar setelah lihat si pemeran cowok di apartment seberang mau bunuh diri (tapi nggak jadi sih) saking hopeless-nya untuk survive. Singkat cerita mereka berdua jadi teman yang kerjasama buat bertahan hidup. Kira-kira menurut kalian, mereka berdua selamat nggak? Atau malah berakhir jadi zombie kayak Gong Yoo dulu di Train to Busan?
TONTON AJA SENDIRI DAH. WKWK.
Karena ulasan film Alive ini udah lumayan banyak, saya nggak bakalan review dari sisi perfilmannya yang dalam. Saya mau review dari sisi penontonnya aja. Sekalian nih mau kasih tau beberapa pembelajaran yang bisa diambil setelah nonton filmnya. Kayak gini:
1. Kalau Belanja Bulanan Nggak Usah Tanggung-Tanggung
Diceritaken Joon Woo ini adalah seorang gamer, yang sehari-hari kegiatannya cuma main game di depan layar komputer. Dia ini cuek banget sama apartment-nya. Lalu setelah wabah zombie datang, ada adegan Joon Woo yang kelihatan menyesal banget karena nggak ngikutin saran Ibunya yang sempat reminder untuk belanja makanan banyak buat persediaan di apartment-nya. Persediaan makanan dan minuman yang dia punya cuma bisa bertahan beberapa hari, sementara kenyataannya dia isolasi diri sampai 20 hari lebih.
![]() |
| Berhasil ngeluarin zombie yang mampir | source: Soompi |
Tragisnya, kulkas tempat dia simpan makanan-makanannya rusak buat menahan pintu biar si zombie nggak masuk. Eh, udah ditahan pun tetep aja ada zombie yang nerobos dan bikin kulkasnya pecah dan semua makanannya ambyar. Joon Woo nahan lapar udah sampai ke tahap menggigil dan sakaw dong. Sedih pisan liatnya ih. Untung pas di situ ketemu Yoo Bin. Joon Wo dikasih makanan kemasan lewat tali yang menghubungkan kedua balkon apartment mereka. Dari sinilah mereka berteman.
Film ini mengingatkan saya bahwa kita memang nggak pernah tau apa yang akan terjadi ke depannya. Dan usahakan kalau belanja bulanan nggak usah tanggung-tanggung, kalau bisa punya stock sampai 3 bulan ke depan. Walaupun emang yang bisa di-stock adalah makanan cepat saji, tapi semua itu masuk ke dalam survival kit.
2. Punya Survival Kit Lengkap (Termasuk Gadget Canggih)
Berhubung si Joon Woo ini anaknya melek teknologi banget, dia kepikiran tuh bikin postingan kalau dia masih hidup. Dia upload fotonya di SNS pribadinya pakai hastag #HarusSelamat. Udah gitu dia bikin juga video setiap harinya sambil jelasin sikon dia saat itu walaupun setelahnya akses internet, telepon dan listrik mati. Siapa tau kan usahanya ini bisa menyelamatkan hidupnya.
Setiap hari dia nyari sinyal, sampai dia keluarin tuh tongsis panjang naik-naik di pagar balkon demi dapat sinyal. Sementara di bawahnya zombie berkeliaran ngeliatin dia. Iyuwh malesin.
Dan yang paling canggih dia punya drone sepaket sama kacamatanya. Dia bisa lihat keadaan dari atas, dan bisa ngasih tali penghubung ke Yoo Bin pakai bantuan drone ini. Sampai si drone-nya ini terakhir rusak dilempar sama zombie yang manjat ke apartment si Yoo Bin. Geblek itu mahal woy!
Oh ya, ada adegan di mana si Joon Woo udah depresi sama berita-berita tentang wabah zombie di TV. Terus dia banting tuh TV saking keselnya. Rusak deh TV-nya.
Sementara buat Yoo Bin, dari pengamatan saya dia kayaknya anak pecinta alam. Karena dia bikin semacam tenda dan jebakan zombie di apartment-nya. Peralatannya pun lengkap, bahkan dia tau cara pakai walkie talkie dengan benar. Cara dia menemukan Joon Woo pun pakai teropong dan pointer infra red.
![]() |
| Survival Kit ala Yoo Bin | Source: Twitter |
3. Ada Apa Dengan Nutella?
Jadi ada scene Joon Woo 'ngejarah' makanan-makanan tetangga sebelah untuk bertahan hidup. Di sini doi berani banget dong keluar rumah demi cari makanan. Setelah melawan beberapa zombie, akhirnya dia masuk ke salah satu apartment yang dia yakini udah kosong (padahal kagak). Joon Woo masuk ke dalam kamar tetangganya dan menemukan bahwa tetangganya adalah seseorang yang hobi naik gunung. Dia ambil tuh semua peralatan naik gunung yang berguna. Dan dia juga sempat masukin beberapa makanan di situ. Ada produk yang familiar tuh di mata saya. Ada selai cokelat Nutella guys dan nggak disensor pula produknya.
![]() |
| Joon Woo nekat mau jarah makanan | Source: Soompi |
4. Jangan Gampang Percaya Sama Orang Lain
Bagian ini hampir menuju klimaks filmnya. Jadi Joon Woo sama Yoo Bin memutuskan untuk berlindung bersama di lantai 8 apartment, karena yakin di lantai 8 itu nggak ada yang tinggal. Wagelaseh perjuangannya sebelum naik itu mendadak jadi film action. Dengan bermodalkan peralatan seadanya, mereka berhasil naik ke lantai 8.
![]() |
| Menuju lt. 8 dan dan disambut (((warga sipil))) | Source: k_dramaindo |
![]() |
| Ngeri banget udah kayak antri daging kurban | source: k_dramaindo |
Lantai 8 ini emang situasinya hening. Di sana tuh asli bersih banget. Nggak ada cipratan darah sama sekali ditembok-temboknya. Makin yakin tuh bakalan selamat. Mereka langsung ngetuk-ngetuk pintu tuh barangkali ada rumah kosong buat berlindung, atau bahkan ada yang bukain pintu. Eh, tiba-tiba ada zombie lakik sebiji nongol dong ngeliat mereka. Mendadak panik deh karena di belakangnya ada yang ngikut rombongan qasidah zombie. Sampai akhirnya si Yoo Bin ngetuk pintu yang.. ada orangnya! Dan masuklah mereka berdua ke rumah orang tersebut.
Eh, ternyata ini rumahnya bapak aktor kawakan (yang jadi bapaknya Aera di drakor Fight For My Way). Mereka berdua dikasih makanan dan minuman walaupun si Yoo Bin agak curiga gitu pas dikasih minum. Tapi karena lapar ya dimakan juga. Terus ada yang bikin janggal nih, di rumah tsb masih banyak banget persediaan makanannya, udah gitu sempat lihat juga beberapa botol bayi, eh lihat ada foto keluarga di atasnya nggak ada tuh muka bapak tsb. Dan bener aja mereka dijebak. Makanannya dikasih obat tidur coy. Joon Woo udah teler duluan, Yoo Bin setengah sadar diseret ke kamar sebelah yang ternyata di sana ada zombie perempuan yang diikat pakai tali. Jadi itu tuh istrinya si bapak yang udah berubah jadi zombie. Sengaja si Yoo Bin dimasukin biar diserang. Lalu si bapak bilangnya "Istriku sudah lapar berhari-hari".
NUGELO SIAH.
Jadi emang disaat genting gini orang-orang tuh bisa berubah jadi lebih egois. Makanya salut sama kecurigaan dari Yoo Bin tadi yang nggak gampang percaya sama orang lain, karena dia ngerasa lantai 8 nggak ada penghuni. Padahal ya, kalau udah jadi zombie mah semuanya sama aja. Udah bukan lagi istrinya, suaminya, anaknya, saudaranya dll. Udah bodoamat harusnya, mending nyelametin diri sendiri karena semua udah jadi monster.
5. Pilihlah Apartment yang Fasilitasnya Lengkap
Ada scene di mana Joon Woo dikejar-kejar zombie ditangga darurat. Pas lagi kejar-kejaran tuh dia lakuin segala cara demi mengecoh zombie-zombie. Entah dia gelindingin barang-barang di depannya atau ngelempar sepeda (heran ini sepeda siapa yang ditaro disudut apartment). Sampai dia nemuin tempat penyimpanan alat pemadam api ringan. Pas dibuka taunya zonk dong. Gasnya nggak keluar. Lalu dia pun sempat mengeluh.
"Sialan! Apartment yang buruk"
Dari kejadian Joon Woo ini bikin saya mikir. Jadi nanti kalau mau beli apartment harus pilih apartment yang lengkap segala fasilitasnya. Pokoknya harus cek semuanya, dan developernya harus yang terpercaya. Jangan sampai kejadian kayak Joon Woo. EH JANGAN KALI WOY NGERI AMAT! Kayaknya kemarin si Joon Woo buru-buru beli apartment karena takut kalau Senin harganya naik. 🙈
***
Film Alive ini adalah film Korea ke 4 bertema zombie yang saya tonton. Sebelumnya saya nonton Train To Busan, The Flu, dan Kingdom 1-2. Dibandingkan dengan film-film zombie sebelumnya, Alive ini masih kurang greget, belum se-ekstrim yang lain. Untuk soal latar ya emang cuma di area apartment aja, sama deh kayak Train to Busan yang cuma sekitaran kereta doang. Ini filmnya mainin perasaan banget, sepanjang film kita dibikin nggak tenang. Cuma saya nggak sampai kesel banget sama zombie-nya, nggak kayak waktu nonton Kingdom, pas nonton Kingdom saking keselnya sampai bisa ngata-ngatain. Haha!
Oh ya satu lagi nih, di film Alive tidak dijelaskan virus apa yang menyebabkan orang-orang itu berubah jadi zombie. Ini jadi bikin saya bertanya-tanya. Saya sampai nungguin dong, apakah di ending filmnya akan dijelasin. Taunya nggak. Kalau dikasih tau kan saya bisa tambah insight lagi kayak nonton film zombie sebelumnya yang bahkan kasih solusi menciptakan vaksin untuk ngatasinnya. Sangat disayangkan aja sih. 🤓
![]() |
| Source: Soompi |
Kalau untuk masalah acting, di sini yang lebih dominan si Yoo Ah in. Dia menjiwai banget perannya, sampai w ngerasa ada bagian yang sedikit nggak nyambung gitu situasi dan ekspresi galaunya. Sementara buat Park Shin Hye di sini biasa aja alias kurang keluar gitu. Tapi apalah saya ini yang sok-sok kritis urusan acting orang. Wkwk. Mungkin memang di-setting begitu sama sutradaranya.
Nggak tau kenapa saya suka mikir ini kayaknya para talent yang jadi zombie-zombie punya agency khusus deh. Kebayang nggak sih, misalnya nih ada rumah produksi yang mau bikin film semacam Alive. Terus mereka butuh talent banyak banget buat dijadiin zombie. Terus si pihak filmnya bilang gini ke agency-nya.
"Halo boss, w mau bikin film zombie baru nih. Butuh talent kek biasa. "
" Butuh berapa talent nih klw leh tw? "
" 500 orang lah kayak film yang kemarin. Titip yang aktingnya udah jago ya. Bisa? "
" Bisa dong, urusan fee-nya mau pegimane nih?"
" Dari kita masing-masing 50rb sama dikasih nasi kotak pas syuting "
" Boleh, belom sama fee management ya. bersihnya masing-masing jadi 30rb dah. Segitu aja udah seneng main film mereka tuh "
" Atur-atur aja boss"
SEKETIKA GUE KOK KESIAN SAMA TALENT-TALENT-NYA YHA! 😂
UDAH DIDANDANIN JADI ZOMBIE, MUKANYA NGGAK KELIATAN, AKTING CUMA MANGAP SAMA KEJANG-KEJANG DOANG. GIMANA PERASAAN KELUARGANYA MEREKA COBA?? MISALNYA ADA CERITA SEORANG IBU DAN ANAK MACAM DI BAWAH INI:
"Nak, nanti mamah mau main film Alive masuk bioskop dan TV"
" Wow.. mamah jadi artis. Perannya jadi apa? "
" Jadi zombie, nak "
" Wah mamah keren "
Pas filmnya udah tayang si anak pun bingung.
" Mah, mamah tuh yang mana sih? Kok aku nggak lihat mamah di filmnya "
"Ada kok nak, yang lagi kejang-kejang di parkiran apartment pakai baju merah di shoot kok sepintas 3 detik, pause aja dulu"
YAKALI MAH ANAK LO TAU YANG MANA. UDAH ROMBONGAN, MUKA NGGAK JELAS SAMA SEMUA, MATA DIPAKEIN SOFTLENS PUTIH, BAJU NGGAK KARUAN. KAGAK KELIATANLAH ITU SIAPA-SIAPANYA. 🤣🤣
Heran ya sama si Nesa ini, cerita dibikin sendiri terus ribet sendiri. Hhh.
Tapi saya tetap appreciate buat para talent ini. Bukan nggak mungkin di masa yang akan datang beberapa dari mereka bisa main drama Korea dan jadi pemeran utama! Who knows kan?
Overall, saya suka sama film Alive ini. Dapat insight baru lagi terutama bagian cara bertahan hidup dan saling tolong-menolong yang dihadirkan oleh 2 pemeran utama ini patut dicontoh. Btw, zombie di sini ada peningkatan perilaku dong. Mereka bisa manjat, sis! Walaupun nggak terlalu istimewa banget filmnya. Saya sengaja review film ini karena lagi relate banget sama keadaan kita semua yang lagi berjuang melawan pandemi COVID19. Mau pandemi tipe apapun, sama aja mengerikannya. Bedanya kalau zombie reaksinya cepat banget (sumpah males bayanginnya), sedangkan COVID19 reaksinya perlahan tapi pasti. Saya seperti ditampar sama film Alive ini, mereka aja bisa bertahan berpuluh-puluh hari untuk isolasi diri di rumah. Kenapa kita nggak bisa nurut sama anjuran pemerintah buat di rumah aja? Please, kalau nggak penting-penting amat nggak usah keluar rumah ya. Semoga kita semua bisa ambil hikmahnya. 🙏
Cheers,
Nesa


























