Transformasi F4 dari Masa ke Masa

Maret 19, 2022

Larasatinesa.com - Memanggil penggemarnya F4 untuk sama-sama nostalgia dipostingan saya kali ini. Hahaha! Nggak tau kenapa nih gatel banget pengen nulis ini. Secara saya baru aja nonton series F4 Thailand alias Boys Over Flowers tentunya versi paling fresh dari Negeri Gajah Putih (yang masih ongoing). Bisa dibilang, F4 ini legenda banget. Ya nggak sih? Dari kemunculan awal dulu jaman saya SD aja udah memikat sekali. Kayaknya saya baru ngerti yang mana cowok ganteng itu pas jaman nonton Meteor Garden pertama kali deh. πŸ˜…


Oke, saya mau bahas dulu F4 ini asalnya dari imajinasi siapa sih? 

Boys Over Flowers (Hana Yori Dango) adalah manga paling laris sepanjang masa karya Yōko Kamio yang merupakan seorang seniman dan penulis berkebangsaan Jepang. Ia pertama kali membuat manga BOF ini tahun 1992 sampai dengan 2003 yang menghasilkan 37 volume. Karyanya ini juga telah diterjemahkan dan didistribusikan di Asia, Eropa, dan Amerika Utara. 

Hana Yori Dango (Manga)

Sebagai penggemar F4 garis keras, saya juga punya lho komik Hana Yori Dango beberapa walau pun nggak punya lengkap sampai 37 volume. Karena ya memang sepenasaran itu sama cerita aslinya. 

Disclaimer dulu, ini postingan bakalan panjang banget. Moga betah ya bacanya.  πŸ˜‚


Sinopsis Boys Over Flowers

Menceritakan gadis berasal dari keluarga sederhana bernama Makino Tsukushi yang bersekolah di Eitoku Gakuen yang merupakan sekolah bergengsi anak-anak orang kaya berasal dari keluarga kelas atas di Jepang. Ternyata sekolah ini ada di bawah kekuasaan F4 (Flower Four), empat pemuda dari keluarga terkaya dan paling berpengaruh di Jepang; Tsukasa Domyouji, Rui Hanazawa, Akira Mimasaka, dan Sojirou Nishikado.

Konflik terjadi ketika Tsukushi melawan Domyouji leader F4 yang selalu bertindak seenaknya di sekolah. Hari-harinya berubah bagai di neraka karena seluruh siswa di sekolahnya membully-nya habis-habisan. Namun Tsukushi tidak menyerah dan terus berjuang melawan ketidakadilan itu. Sampai akhirnya Domyouji jatuh cinta padanya karena dia adalah satu-satunya gadis di sekolah yang menentangnya. Tapi tentu saja Tsukushi menolaknya karena tidak tahan dengan  sifat pemarah dan suka mengintimidasi orang lain. Tsukushi malah jatuh cinta pada Rui Hanazawa (sahabat  Domyouji sejak kecil) yang bersuara lembut dan sensitif. Hana Yori Dango secara garis besar menceritakan kisah cinta segitiga mereka. 

Jadi, setelah dicek, ternyata versi BOF ini buanyaaak banget! Dari yang official sampai yang un-official alias nggak berlisensi (termasuk bikinan Indonesia, kkk). Sebenernya Hana Yori Dango ini pertama kali diproduksi live action-nya di tahun 1995 versi film di Jepang. Berhubung saya masih kecil ya waktu itu, jadi saya belum ngerti tontonan ginian. 


Hana Yori Dango (Jepang 1995) 

Etapi, akhirnya saya nonton juga versi 1995 sebelum nulis ini. Uniknya, waktu film ini tayang, komiknya masih ongoing lho. Sehingga banyak detail di komik yang nggak ada di filmnya. Tapi secara garis besar alur ceritanya sama dengan versi terbaru saat ini kok.  

YA IYALAH INI KAN VERSI ASLINYA WAK.

Pemeran di film ini ada: Yuki Uchida (Makino Tsukushi), Shosuke Tanihara (Tsukasa Domyouji), Naohito Fujiki (Rui Hanazawa), Koichi Hashizume  (Akira Mimasaka), Kensaku Saeki  (Soujirou Nishikado).

F4 tahun 1995 yang gawl abiezt

Tsukushi jaman baheula

Sumpaaah, pas nonton versi lawas ini saya geli banget. Wkwk. Nggak ada baper-bapernya sama sekali, malah kayak lawak aja dari dialog masing-masing pemerannya. Tsukushi ini sama sekali nggak takut sama Domyouji, terkesan lebih galak dari awal dan look-nya dibuat tomboy yang petakilan banget nggak bisa diem. Nggak tau ya, w ngerasa ekspresi sama gerak tubuh pemainnya tuh lebay banget. Terus juga konfliknya nggak detail, pindah-pindah scene-nya cepet banget, kayak: "Eh, barusan tuh ngapain sih si Tsukushi?" 

Ditambah lagi, intonasi orang Jepang kalau ngomong kan ngegas, jadi kok saya ngerasa ini film sering marah-marah mulu adegannya, ada tuh scene si Hanazawa Rui yang ngomong biasa tapi malah jadi kayak ngebentak gitu terus w kaget beneran. 

Terlepas dari banyaknya kekurangan filmnya (maklum aja teknologi belum semaju sekarang ya kan), film ini ada juga sisi menariknya kok, terutama bagian style 90'an dari mulai model rambut, outfit pemainnya, kegiatan sekolah jaman baheula sampai dengan kebiasaan-kebiasaaan remaja-remaja dahulu kala. 

Saya yakin film ini dulu pasti jadi salah satu tontonan favorit remaja pada masanya. Bisa dibilang alur ceritanya menarik. Terus dari segi makeup, mereka tuh bener-bener natural banget. Malah kayak nggak pakai makeup even ada scene pada datang ke pesta. 

Buat penggemar F4, coba lihat formasi pertamanya deh di film ini. Di sana kamu bisa lihat style Domyouji pakai vest/jas tanpa dilapisi baju lagi wkwk. Dulu kayaknya style gitu keren banget kali ya, cuma w kepikiran aja itu si om dulu sering masuk angin apa kagak ya, wak. 


Om, nggak takut masuk angin apa?

Dari awal kemunculan, F4 ini udah diatur postur cowok-cowok yang minimal tingginya 180 cm. Nggak heran sih kalau versi remake-nya juga dicari yang seperti itu. FYI, om yang jadi Rui Hanazawa usianya udah 49 tahun sekarang, doi semakin matang dan gagah uwooo ~


Meteor Garden (Taiwan, 2001)

Enam tahun kemudian, Taiwan akhirnya bikin versi remake Hana Yori Dango dengan alur cerita yang sama, yang diberi judul Meteor Garden. Pemerannya ada Shan Cai (Barbie Xu), Dao Ming Si (Jerry Yan), Hua Ze Lei (Vic Zhou), Mei Zuo (Vanness Wu), dan Xi Men (Ken Zhu). Harus diakui sejak main di Meteor Garden ini, semua pemainnya menuju puncak gemilang cahaya ~

F4 Taiwan adalah first love

Meteor Garden ini semacam serial drama pertama yang mengingatkan sama masa kecil saya. Kalau nggak salah dulu saya kelas 6 SD pas nonton ini. Awalnya sama sekali nggak ngeuh ini film apaan, sampai pada rame banget yang ngomongin. Saya jadi penasaran. 

Dulu Meteor Garden tayang di Indosiar jam 10 malam. Saya tahu banget ini tontonan orang dewasa, dan saya masih 10 tahun waktu itu harusnya belum boleh nonton. Tapi demi nggak dikucilkan dari pergaulan karena nggak asik kalau nggak nonton, saya harus nunggu orang-orang di rumah saya tidur dulu baru saya nonton sendiri. 🀣 Waktu itu saya nonton udah di tengah episode gitu, jadi saya usaha banget buat pinjem CD/DVD dari tempat penyewaan buat bisa tahu awal ceritanya. 

Formasi lengkap sama Shan Cai ~

F4 di sini adalah F4 dengan visual yang udah ganteng-ganteng banget pada masanya, terus tinggi mereka tuh rata sama semua. Kalau ditanya bias saya siapa, ya jelas Dao Ming Si alias Jerry Yan lah si bad boy ngeselin tapi lama-lama loveable juga. Model rambut nanas dan bandana merah dia di sana iconic banget dah! Tapi Jerry Yan ini memang look-nya fleksibel sih, jadi cowok kaya cocok, jadi cowok miskin juga cocok. Beda sama look-nya Vaness Wu yang mahal banget, nggak bisa dia kalau meranin cowok miskin kayaknya. Tapi sayang banget peran dia jadi Mei Zuo ini agak nggak guna karena dialognya dikit banget terkesan cuma kayak meramaikan aja.  

Kalau si second leadHua Ze Lei (Vic Zhou) jujur walau ganteng tapi bukan tipe saya nih, karena dia di situ yang misterius lemah lembut dan terkesan letoy tak bergairah seperti bosan untuk melanjutkan hidup. Wkwk. Beda lagi sama Xi Men (Ken Zhu), dia cocok banget meranin sebagai cowok tajir tapi playboy dengan setting-an muka fucekboi namun tetap elegan.  

Jujurly, serial ini bener-bener membekas di hati saya. Seperti kebanyakan gadis-gadis lainnya, saya waktu itu pengen banget woy jadi Shan Cai yang direbutin sama 2 cowok ganteng + tajir.  KKKK. 

GUE DULU SAMPAI PAJANG POSTER MEREKA DI KAMAR COBAAK. NGAREP PUNYA PACAR KEK DAO MING SI PAKE BANGET. 

KALAU ORANG SEKARANG NYEBUTNYA MANIFEST  YHAA. πŸ€£

Iconic scene from Dao Ming Si

Entah udah berapa kali saya re-watch Meteor Garden dan baru menyadari kalau ini film tuh sepi banget. Entah karena minim pemerannya, atau karena jarang terdengar ada backsound aja selama 19 episode. Terus perpindahan scene-nya agak kurang smooth. Tapi saya maklum banget sih karena dulu kan masih terbatas alat-alat canggihnya. Bahkan saya masih inget hp yang mereka pakai dulu Nokia 8250. 😌

Oh ya, F4 Taiwan ini juga ngisi soundtrack Meteor Garden. Suaranya enak didenger semua, apalagi Vaness Wu kan yang emang aslinya penyanyi. 

Meteor Garden juga ada 2 season, tapi saya kurang suka sama season keduanya. Kurang menarik aja alur ceritanya yang si Dao Ming Si dibikin amnesia dan direbut cewek lain. Udah sinetron banget pokoknya. Padahal syutingnya sampai ke Barcelona lho. Yaa.. mungkin masalah selera aja ya. Mohon jangan dihujat. Thank you. πŸ™


Hana Yori Dango (Jepang, 2005)

Lalu akhirnya Jepang bikin ulang Hana Yori Dango di 2005. Nama-nama karakternya masih sama dengan di versi 1995 yang merupakan versi asli manganya. Nah, kalau untuk pemerannya udah beda lagi dari yang dulu. Lebih muda dan fresh. Ada Mao Inoue (Makino Tsukushi), Jun Matsumoto (Domyouji Tsukasa), Shun Oguri (Hanazawa Rui), Shota Matsuda (Nishikado Soujiro) dan Tsuyoshi Abe (Mimasaka Akira). 



Hana Yori Dango versi Jepang ini durasinya lumayan panjang; Hana Yori Dango (session 1), Hana Yori Dango Return, Hana Yori Dango Final (movie) yang tentunya banyak banget pengembangan cerita. Saya emang nggak punya koleksi manganya sampai tamat sih, tapi mungkin aja jalan ceritanya yang panjang ini asalnya dari sana.

Sejujurnya, saya agak-agak lupa sama cerita lengkapnya. Dulu kalau nggak salah saya nontonnya dari DVD sampai dengan yang movie. Tapi alurnya sih sama aja dan malah diceritakan kelanjutan hubungan Domyouji dan Tsukushi sampai akhirnya mereka menikah. 

Di antara semua personil F4 di sini, bias saya Shun Oguri alias Hanazawa Rui yang setelah saya lihat dia di film Crows Zero jadi Takiya Genji ketua genk Suzuran School, kejantanannya bertambah 200% wkwk. Yaa, abisnya terjadi perjomplangan karakter gitu loh. Di Hana Yori Dango dia jadi cowok ganteng, cool dan misterius. Sementara dia di Crows Zero jadi cowok gangster yang badass banget. Multitalenta gitu ya wak.  

Hanazawa Rui yang meneduhkan hatiqu~

Kalau si Jun Matsumoto alias Domyouji ini, saya (((kurang begitu kenal dia))) ya. Karena bukan penggemar dorama juga sih, tapi emang dia pada saat itu famous banget. Namun dia bukan leader F4 favorit saya nih, karena menurut saya dia kurang macho dan kurang terlihat kuat. Monmaap ya. Kalau kalian nanya, gimana tanggapannya tentang 2 member lainnya di sini. Monmaap lagi, saya bener-bener lupa. Tapi kayaknya ada sih peran mereka walau antara dan tiada. 


Boys Before Flowers (Korea Selatan 2009)

Apa yang kamu ingat dari BBF versi Korea ini? 

Kalau saya auto inget lagu "almost paradise.." punyanya Shinee, hahaha. Memang yang membekas itu soundtrack-nya sih, Korea ini kalau bikin soundtrack drakor nggak kaleng-kaleng. Semua lagu tiap episode dibikin beda dan masih terngiang-ngiang sampai sekarang. 

Tuan muda Gu Jun Pyo dan teman-temannya

Saya termasuk yang excited pas BBF tayang, secara udah ditunggu-tunggu banget. Saya juga waktu itu masih muda belia, walau masih tuaan umur pemeran-pemeran drakornya sih. Wkwk. Dari drakor ini akhirnya saya kenal wajah-wajah Gu Jun Pyo (Lee Min-ho), Yun Ji Hu (Hyeon-jung Kim), So Yi Jeong (Kim Bum), Song Woo Bin (Kim Jun) dan Geum Jan Di (Hye Seon Ko).

Dari sisi cerita jauh lebih fresh dan seru dari yang versi Jepang. Alurnya rapi dan kocaknya juga dapet. 

Tapiii, monmaap di drakor ini saya cuma bisa lihat yang menonjol tuh Gu Jun Pyo sama So Yi Jeong aja. Padahal Yun Ji Hu ini kan second lead ya, tapi saya ndak merasakan feel itu. Rasanya kurang dapet aja gitu. Sosok dia di sana terlalu suram. Sementara buat Song Woo Bin kembali menjadi seperti Mei Zuo yang seperti saya sebutkan di atas. Tau sih kan yang di highlight tuh cinta segitiga, tapi tetap aja F4 jadi center dan harus dibikin konfliknya masing-masing. 

Makanya kelihatan siapa aja yang karirnya langsung naik kelar BBF kan? 🀭

Lalu, ada yang bisa nebak siapa bias saya di sini? 

YAK BETUL SEKALI, JAWABANNYA ADALAH SO YI JEONG ALIAS KIM BUM YANG MUKANYA SAMPAI HARI INI KAGAK TUA-TUA PEMIRSA. 

Yi Jeong sedang mengeluarkan jurus meluluhkan hati wanita

Kok nggak Gu Jun Pyo sih, Nes? Nggak tau kenapa walau pun emang gemesin banget si Gu Jun Pyo ini, tapi saya kurang sreg sama model rambut dan outfit-nya yang bikin dia jadi kelihatan tua banget sebagai anak sekolahan waktu itu. Tapi kalau pas Lee Min Ho jadi Kim Tan & Lee Gon sih suka banget wak. Memang Lee Min Ho ini perannya spesialis orang kaya nggak sih? πŸ˜…

Terlepas dari itu semua, saya suka sama drakornya. Oh ya, sekarang drakornya udah ada di Netflix, jadi gampang nontonnya kalau tiba-tiba kangen. 


Meteor Garden (China, 2018)

Negara berikutnya yang juga turut remake adalah China. Kenapa judulnya sama banget kayak versi 2001? Karena ternyata serial ini digarap oleh produser yang sama dengan Meteor Garden pertama yaitu, Angie Cai. Untuk pemerannya ada Shen Yue (Shan Cai), Dylan Wang (Dao Ming Si), Darren Chen (Hua Ze Lei), Caesar Wu (Xi Men), dan Connor Leong (Mei Zuo). Secara garis besar remake 2018 ini sama aja ceritanya kayak 2001, tentunya dengan didukung teknologi yang udah semakin canggih. 


Dari F4 China ini, mana favorit kamu?

Sebelumnya saya pernah nonton serial ini cuma bertahan 1 episode aja karena vibes-nya bikin ngantuk. Haha. Tapi demi nulis review ini, saya nonton lagi sampai tamat dong. Alur ceritanya lambat dan agak beda sedikit, disesuaikan dengan jaman kali ya. Cuma agak kurang greget aja di awal konflik tuh, karena kalau yang kita tahu Shan Cai tuh dulu di-bully fisik gila-gilaan banget bahkan sama teman-teman kampusnya, tapi kalau di sini nggak terlalu di-bully banget secara fisik melainkan lewat social media tapi itu pun kurang greget. Masalahnya cuma ada di circle dia dan F4 aja. Kayaknya agak sensitif ya soal bully ini diangkat di sana. 

Dan yang saya lihat lagi, F4 di sini dicitrakan sebagai senior tajir yang terkenal punya banyak prestasi di kampus terutama di permainan kartu bridge. Tapi konsepnya di sini nggak terlalu mendewakan banget F4, karena suasana kampusnya tampak biasa aja dengan kehadiran mereka. Ada scene yang F4 berantem tengah kampus tuh, tapi mereka nggak jadi pusat perhatian sama sekali dan melakukan aktivitas kampus layaknya pemeran figuran yang diberi honor paket ayam KFC. 🀣

Sebenernya di sini ada beberapa adegan yang lucu, tapi nggak bikin saya sampai ketawa sih. Kayak nanggung aja lucunya. Oh ya, pergantian scene-nya masih kurang rapi menurut saya karena agak memaksakan harus sama dengan versi 2001.  Tapi yang saya suka di sini ditunjukin beneran kalau mereka tuh mahasiswa dengan menghadirkan adegan belajar mengajarnya, jadi kampusnya nggak cuma pajangan doang. Sayang dong kampusnya udah keren-keren gitu. Wkwk. 

Nggak tahu kenapa, pemeran F4 di sini menurut saya kurang ekspresif dan kurang luwes meraninnya. Mereka ini semacam jaim nggak mau terlihat jelek gitu, jadinya datar aja lihatnya. Apakah mereka terbebankan dengan pendahulunya? Hua Ze Lei si second lead di sini ada peningkatan karakter walau sedikit, tapi auranya tetep suram dan nggak bikin saya tergerak untuk menjadikan dia sebagai bias favorit. Sementara Mei Zuo dan Xi Men hanya turut meramaikan aja seperti biasa antara ada dan tiada. 

Yang terlihat menonjol di sini cuma Dylan Wang alias Dao Ming Si. Dia tuh bisa dibilang Dao Ming Si versi rebel, piercing-an dan penuh aksesoris di badan. Aura dan look dia mahal, terus mukanya sebenernya cute tapi at the same time dia bisa badboy juga. Jujurly, rambut model nanasnya agak maksa. Pas udah nggak style nanas malah ganteng banget kzl. Yang kagak kuat tuh caranya dia menatap, wagelaseh tatapannya setajam silet. ☺️ W pasti dah salting kalau dilihatin kek begitu. Buat pemeran Shan Cai di sini imut banget. Kelihatan seperti dedek-dedek MABA yang selalu ditindas oleh kakak kelasnya, kurang cocok sebenernya kalau dikasih scene galak. 

Jadi malu disenyumin gini sama dek Dylan..

Jadi, fokus saya pas nonton ini cuma ke bagian drama cinta-cintaannya Shan Cai sama Dao Ming Si aja, karena mereka gemas banget. FYI, episode Meteor Garden 2018 ini sampai 40an lebih, dari segi cerita banyak banget pengembangannya, nggak heran syutingnya sampai ke London dan Canada! Saya nontonnya pelan-pelan sih karena dramanya ringan dan kadang bikin ngantuk. πŸ˜

Eh, yang lucu ada scene bareng ibunya Shan Cai versi 2001 dong. Tapi saya nggak akan kasih tau di episode berapa. Biar kamu tonton aja sendiri. 🀭


F4 Thailand: Boys Over Flowers (Thailand, 2021)

Tertarik nonton ini karena ada Bright yang sebelumnya hits dengan serial boyslove 2gether.  Udah notice banget sejak tahun lalu harus banget nonton. Apalagi dia yang jadi main lead-nya. Apakah dia bisa membawa kembali feel kupu-kupu beterbangan kayak waktu saya nonton Dao Ming Si di Meteor Garden 2001?

Jawabannya: IYA BANGET WOY! YAWLA BAPER SEBAPER-BAPERNYA. RASANYA W PENGEN BAWA PULANG AJA SI THYME YANG GEMESIN INI KE CIPAMOKOLAND! 😭

Nggak sanggup gini kalau disuruh milih salah satu. Hhh.

Dari segi visual, F4 Thailand ini benar-benar menyegarkan. Ca aja nih sutradara milih pemain. Hahaha. Mereka ini auranya bener-bener cowok mahal semua. Kalau ini lebih ke remake BBF Korea dari jalan cerita dan penambahan tokoh-tokohnya. 

Oke, langsung aja saya kenalin satu-persatu karena nama-nama orang Thailand panjang + susah semua yang berujung cuma dipanggil pakai nickname. Kayak Larasati Neisia aja yang dipanggil Pevita. Gitu. #dikeplak

Thyme - Akira Paramaanantra (Vachirawit Chivaaree/Bright)

Sulit ya kalau udah sayang gini buat mendeskripsikannya. Udah sempurna gitu, mau apa lagi? Haha. Terus saya juga masih kebayang aja dia ini Sarawat di 2gehter. πŸ˜…

BIASA AJA DONG LIATIN AKUNYA, HIH.

Jadi, Thyme karakternya paling kuat di sini. Dia di sini nggak mirip Dao Ming Si, Domyouji atau pun Gu Jun Pyo. Thyme semacam transformasi versi terbaru dari pendahulunya. Menurut saya, Bright tugasnya berat banget di sini karena dia harus bisa mendalami karakter Thyme yang awalnya jahat, kekanak-kanakan lalu berubah jadi baik dan bucin (buset pas bucin dia kocak parah!). Tapi dia berhasil kok bikin karakter Thyme jadi favorit saya. Duh nemu di mana ya wak versi real life kek si Thyme? Masa sih mau fangirling terus? Capek kan. πŸ˜‚

Teruntuk Bright, makasih banget udah kembali bikin saya deg-degan nonton serialnya setelah terakhir kalinya di 2001 sama Jerry Yan. ☺️

Yakali tulisan ini di-notice sampai ke Thailand. AMEN! 


Ren - Renrawiran Aira (Jirawat Sutivanichsak/Dew)

Teman saya sempat bilang kalau Ren di sini terlalu agresif. Ya memang sebagai second lead, dia nggak suram-suram amat kayak pendahulunya. Vibes-nya hangat, tenang, senyumnya adem, dan sama sekali nggak misterius. Ini dibenarkan sama sutradaranya kok. Sosok Ren di sini punya pesona yang unik. Menurut saya bagus aja dibikin gini, karena udah beda jaman, ya harus ada peningkatan karakternya dong. 

Dew ini semacam hidden gem yang diam-diam bisa bikin hati kamu mleyot. Dan serial ini debut pertamanya di dunia akting. Btw, ini anak tinggi beud, 190 cm ceunah. Memang aslinya model juga. Gila, kalau gue yang jadi Gorya berasa cosplay tiang listrik dan timun emas kali ye. 

 NGAPA HARUS TIMUN EMAS SIH INGETNYA! 🀣


Kavin - Taemiyaklin Kittiyangkul (Metawin Opas-iamkajorn/Win)

Karena Kavin adalah remake dari Xi Men yang playboy, maka harus bener-bener dicari pemerannya yang punya aura fucekboi. Lalu terpilihlah Win yang sebenernya mukanya lebih ke soft boy sih. Saya masih keinget mukanya dia yang manis manja grup pas jadi Tien di 2gether soalnya. Tapi setelah dilihat, dia cocok juga meranin Kavin ini karena pembawaannya tenang, lembut tapi memanipulasi itu bisa buat gombalin cewek-cewek. Dia nih semacam fucekboi tapi yang masih bisa dimaafin gitu. Kavin di sini sebagai member yang siap sedia dimintain tolong apa pun dan kapan pun sama sahabatnya, apalagi kalau tugasnya harus berhubungan sama cewek cantik.  Seneng dia.



MJ - Methas Jarustiwa (Hirunkit Changkham/Nani)

Akhirnya nemu Mei Zuo versi Thailand yang selain look-nya gorjes dan mahal ala bos-bos mafia, dia nggak cuma petantang petenteng meramaikan aja di serialnya. Ya memang dia konsepnya sebagai anak dari keluarga gangster berpengaruh di Thailand. Di sini MJ terlihat ada peran pentingnya sebagai penanggungjawab urusan digital di F4. Dia juga punya konflik sendiri walau emang bagiannya di cerita nggak banyak dan cuma buat keperluan iklan sebut saja KFC. Wkwk. Persona MJ di sini enerjik, ceria, dan dia care banget sama sahabat-sahabatnya, apalagi kalau si Thyme udah kelewatan pasti ditentang. Sutradaranya bilang karena memang peran MJ sedikit, tapi dia tetap ingin MJ terlihat bersinar seperti serbuk berlian di antara F4. Kamu bakalan ngerti maksudnya kalau udah nonton. Btw, saya kalau mau oleng dari Thyme, udah pasti ke MJ sih. πŸ™ˆ

DEK MJ, SINI KAKAK BENERIN PONINYA SINI..

RASAKAN KALIAN SEMUA SUSAH NYARI BIAS DI F4 THAILAND INI KARENA SEMUANYA KEREN. MUAHAHA!

Gorya - Thitara Jundee (Tontawan Tantivejakul/Tu)

Satu hal yang saya bisa lihat dari pemilihan pemeran cewek utama di serial ini dari dulu selalu dicari yang look-nya tuh manieyzt. Jadi bukan yang cantik sempurna lalu didandanin jadi cewek  misquen gitu lho. Termasuk pemeran Gorya ini juga imut banget. YAIYALAH DOI KELAHIRAN TAHUN 2000 ALIAS MASIH 22 TAHUN. Katanya ini debut pertamanya Tu main serial drama. Dia sempat dibilang nggak cocok jadi pemeran cewek di sini. Mungkin yang nge-hate lebih ke syirik dan dengki kali ya karena Tu dikelilingi sama cowok-cowok ganteng. W sirik juga sih tapi nggak sampai ngejelekin juga. Tapi dia meraninnya Gorya oke banget dan chemistry-nya juga dapet. Jadi, gimana rasanya Gor, dipeluk Thyme sama Ren?


Boleh jujur nggak?

ASLI W CINTA BANGET SAMA BOF VERSI THAILAND INI. 😍

Dari semua adaptasi, ini versi yang terbaik sih menurut saya. Mungkin karena bisa belajar dari kekurangan remake-nya yang terdahulu. Mereka ini bener-bener transformasi dari F4 Meteor Garden Taiwan versi Gen Z.

I really enjoy watching this drama.  Bukan hanya karena ada adek Bright yang saya sayangi aja, melainkan dari semua aspek. Dari sisi pemeran, mereka semua kuat banget karakternya dan punya porsinya masing-masing yang saling melengkapi. Alur ceritanya dikemas rapi banget, bisa aja nih masukin momen-nya tanpa menghilangkan alur aslinya. Sutradaranya  pun bener-bener memperhatikan perintilannya biar bisa bikin sesuatu yang fresh di jaman sekarang. 

Ini pas habis scene berantem-beranteman

Walau pun bagian Gorya sama Thyme dating di Asiatique itu sedikit janggal karena yang harusnya cari restoran, main langsung masuk aja ke tangga darurat tanpa menunjukkan mereka sudah bersusah payah naik eskalator atau cari lift or gimana. Haha, masih dimaapin kok ini. Terus di versi Thai ini emang agak banyak scene kekerasan, kesenjangan sosial dan perundungan, karena memang mau angkat issue tersebut. 

Kalau pemeran pendukungnya gimana? Jangan sedih bestie, pemeran pendukungnya juga oke banget. Paling favorit Paman Ga (bos tempat kerjanya Gorya) dan P'Tia kakaknya Thyme yang tak lain adalah Maria Poonlertlarp, Miss Universe Thai 2017 jagoan saya dulu. Yang nggak nyangka, ada part ortu-ortu F4 juga ditunjukin. Bapaknya MJ gila sih damage-nya parah! Aakkk.. serial ini bener-bener dah visual semua isinya. 

Yang saya suka lagi, serial ini unsur drama bapernya dapet, terus komedinya juga apa lagi. Tambah ngakak karena muncul backsound suara embek ala drakor Reply 1988. Gorya sama Thyme ini dari benci jadi lawak banget pokoknya. Saya pastiin kamu nggak akan bosen nontonnya. Oh ya, F4 Thailand ini juga nyanyiin soundtrack-nya lho. Suara mereka semua oke banget walau tetap suara adek Bright paling candu. #NesaAnaknyaPilihKasih

Tahu nggak, apa yang saya pikirin pas nonton ini?

NGAPA GUE LAHIRNYA KECEPETAN HAH? KENAPA MASIH PADA MUDA-MUDA BANGET SIH KZL GUE! 🀣

Pantesan aja yee, temen w bilang kalau nanti ke Thailand mau mampir dulu ke GMMTV agency-nya Bright. 

HAYUK BANGETLAH GAS IKUT.

Monmaap, mau ngapain emang, Nes? πŸ˜‚

Btw, series-nya udah tamat awal April 2022 kemarin ya.

PS: harusnya bahas yang versi Thailand ini di satu postingan nggak sih? Panjang bener nulisnya. Wkwk. 


***

Intinya, semua kembali ke masalah selera ya, bund. Ini cuma sebagian opini saya aja sebagai penggemar F4 yang nonton semua versi serialnya. Monggo lho kalau mau kasih pendapat juga. 

Jadi, Boys Over Flowers favorit kamu yang mana nih?


Cheers,

Nesa

You Might Also Like

36 comments

  1. Wahh, Tao Ming Se sama Saanchai versi Taiwan ini mewarnai hari2ku tempo doeloe bangeett
    ternyata banyak versi yak.
    Aku cuma nonton yg Taiwan aja sik.

    BalasHapus
  2. Aku dulu kayaknya udah SMA jaman F4 ini tayang di tv, makin ketahuan umurnya ya... Udah lupa juga kisahnya, dulu juga sesekali aja numpang nonton di rumah ibu kost.

    Ternyata ada F4 versi thailan juga.

    BalasHapus
  3. whoaaaa, sepertinya kalo buat aku versi ter-baper tuh pas Jerry Yan yang main sih, waktu nonton versi Koreanya sempet kesel ama Goo Jun Pyo karena secara visual dia mirip Dao Ming Shi hahaha

    Nah ini nih, banyak follower aku di IG yang nyuruh2 aku nonton versi Thailand pada bilang seruuuu dan maksa2 aku buat bahas dramanya hahaha Aku belum sempet nonton sih, tapi ada di VIU kan yah, cobak nanti aku intip deh

    BalasHapus
  4. Ternyata banyak ya versinya f4. Aku nonton yang indosiar jadul itu...tapi sering kebablasen tidur...malem bngt...

    suka soundtrack nya juga..

    Coba ah liat yang versi boys over flower ..jarang nonton drama aku sekarang. Seringnya lihat film2 pendek di youtube yang langsung tamatπŸ˜€

    BalasHapus
  5. Paling favorite yang Jerry Yan, dao ming tse paling keren dengan rambut nanasnya yang kece, duh dia makin tua makin mateng aja dah.

    BalasHapus
  6. Jadi betah ini scroll Aya bawah bolak balik gara gara banyak penampakan yang bening bening hihi ...
    Saya malah batu tahu ada yang versi Thailand nya juga ternyata ya. Dan saya kesulitan mengeja nama namanya hahaha....

    BalasHapus
  7. Hai Besar salam kenal ya. Dulu kamu masih usia 10 tahun ya ngumpet-ngumpet nonton Meteor Garden.Nah aku dulu udah usia 30 an, hiks ketahuan deh umurku. Ini memang jadi tontonan favorit anggota keluarga, selain alur ceritanya yang ok, pemainnya juga ganteng abizzz ya

    BalasHapus
  8. Haduuh ini jamannya aku masih mamah muda banget, paling rajin nonton dan suka pisan sama Jerry Yan, huuuuu pada dahulu kala ngepens. F4 yang ngehits bikin baper dan klepek2, mau laah jadi sanchai hahaaa.
    Penampakan sekaran juga makin ganteng.

    BalasHapus
  9. Hahahahaa... Aduh gemes ya kalau lihat F4 jaman dulu, jaman dimana aku kuliah sampai begadang karena nontonin dramanya mereka nih. Tapi aku juga suka si F4 versi China nih, Dylan Wang dan teman-temannya itu.

    BalasHapus
  10. Banyak versi ya teryata. Tapi sama kayak mba Tian, versi Jerry Yang masih mekat di hati. Hehehe

    BalasHapus
  11. Dan kau nonton semua, Mbak? Hebat banget!

    Seingatku, paling full nonton F4 itu ya Meteor Garden. BBF, teman-temanku pada heboh dan aku B aja. Gak suka gaya Jun Pyo dan sampai sekarang pun B aja sama LMH. Terus versi Thailand, banyak yang bilang bagus dan gemes. Tapi tetap belum ada tarikan buat nonton. Padahal kusuka Lakorn

    BalasHapus
  12. wah ternyata F4 banyak juga ya. Saya baru nonton Boy Over Flowers versi Korea dan baru tahu yang namanya Lee Min Ho di drama itu hehe

    BalasHapus
  13. Meteor garden fav akuu banget jaman masih gadis belia. Semua aktornya sukak, di episode berapa ya ada syuting di barcelona nah bikin mupeng bisa berkunjung ke sana.

    BalasHapus
  14. Jadii teringat masa masih mudaa, sukaak sama semua aktornya yang utama jerry yan. Lagunya sampai sekarang masih sukaak.

    BalasHapus
  15. Wkwkw baca artikel ini terasa seperti penyegaran gitu. Eehh gimana? wkkw
    Lihat wajah-wajah segar, bikin mood booster kan yaaaa.
    F4 ohhh F4.

    BalasHapus
  16. Aku kenalnya cuma versi Meteor Garden tahun 2001. Saat itu aku dah skripsi sih . Tapi adikku yang SMA suka bangeet nonton serial itu. Ganteng -ganteeeng.

    BalasHapus
  17. Aku nonton semua versi, Nesaaa ((BANGGA))
    Dan dari semuanya, aku paling suka versi aslinya doonk.. si Doumyoji kun sama Makino.
    Sampai sekarang, aku berharap mereka couple beneran di dunia nyata, saking baerna liat kemesraan mereka.

    Dramanya, filmnya, semua aku tonton.
    F4 ini gak pernah lekang oleh waktu.

    SUKAAAA pake BANGEEETTT!

    BalasHapus
  18. Yang bisa ditarik kesimpulan, kalo ceritanya masih menarik dan emang everlasting di beberapa masa ya. Mungkin penyesuaian sedikit yang lebih update kali ya. Aku cuma nonton yang Taiwan deh.

    BalasHapus
  19. Masih ingat dulu garus berebut kertas binder bergambar mereka di sekolah, gara gara teman jualan hahaha

    BalasHapus
  20. Wah masih ada juga transormasi F4 sampai sekarang, bahkan ada yang dari Thailand. Aku pernah nonton yang Taiwan dan Jepang. Paling suka yang Taiwan, legend banget

    BalasHapus
  21. wah F4 Taiwan menemani masa jaman SD saya nih sampe inget banget kalo kamar saya penuh banget sama posternya

    BalasHapus
  22. Kalau aku tetep gak bisa move on dari versi Taiwan, Kak. Meteor Garden itu sampai sekarang aku masih suka, masih dengerin soundtracknya, dan masih gemes aja sama Dao Ming See aka To Ming Se, kekeke. Dulu dibela-belain banget nonton ini sama kakak2ku. Koleksi notebook, pin, sticker, pokok ngefans parah, hahaha.

    BalasHapus
  23. Ku jadi tahu dari sini, kalau trnasformasinya F4 panjaaang beud
    Aku cuma nonton yang versi Taiwan 2001. Saat itu aku dah kerja posisinya..tapi tergila-gilanya lebih kurang sama haha. Sama teman kantor yang diomongin F4 mulu. Mana puas nontonnya karena ngekos dan punya TV sendiri di kamar kwkwkw

    BalasHapus
  24. Ya ampun ka kamu beneran pecinta F4 sejati ya wkkwwkk keren, aku baru tau lho kalo aslinya dari manga. Yg aku tonton cmn meteor garden lho. 🀣. Klo film versi jepang awalnya itu kebayang si bingungnya kayak gimana, apalagi biasa alur film jepang kan memang cepat dan agak lompat2.

    BalasHapus
  25. Cerita terpanjang kali lebar tapi worth it bangett buat flashback ke masya laluw awkwkkw, aku team BBF FOREVER

    BalasHapus
  26. F4 nih emang nggak lekang oleh waktu ya, Mbak. Inget banget dulu nonton Meteor Garden, trus besokannya jadi bahan cerita sama temen-temen SD. Wkwkwk, jadi ketauan umurnya deh hahahhh :))

    BalasHapus
  27. Lucu deh..mengamati perkembangan f4 dari waktu ke waktu.
    Rasanya memang selalu ada geng begini di kehidupan yang sebenernya dan menjadi "panutan" lain-lain dari segi fashion.
    Kalo gaya songongnya sih ya...hihii...jangan ditiru.

    BalasHapus
  28. aku baru tauu kalau ada berbagai versiii.. kalo kesukaanku ya tetep f4 yang ada jerry yan-nya laahhh.. favorit semua sih ituu huhu cakep2 dan multi talent.

    BalasHapus
  29. baca blog teh Ness jadi flashback pernah sesuka itu sama Meteor Garden Shancai dan Vaness Wu hihi. Setelah itu aku malah ngga ngikutin perkembangan mereka lagi sih, makin sukses dan tetap gemilang yg pasti

    BalasHapus
  30. ternyata banyak ya versinya, dulu pas masih sekolah kayaknya F4 ini sangat terkenal bahkan sampai teman itu rela menabung uang jajannya untuk beli poster mereka

    BalasHapus
  31. Ternyata ada banyak ya versinya. Baik Jepang dan Korea. Itu yg tahun 1995 lucu baju2 dan rambutnya. Hehe. Aku nonton yg meteor garden awal2 sama versi korea nya BBF. Meski udah tahu jalan ceritanya tetep nonton

    BalasHapus
  32. Ah iya ya, ada f4 versi baru. Aku beberapa waktu lalu scroll-scroll web drama nemu itu. Jadi kepengen nostalgiaan deh. Aduh, aku jadi baper lagi kalo inget F4 Jerry Yan. Hahaha. Pdhl saat F4 yang itu booming di kita, aku baru punya anak. Wkwkwkwk.

    BalasHapus
  33. pernah heboh di zaman SMA ttg F4 ini
    teman saya sampe koleksi posternya
    klu saya cuma sekadar tahu bukan penggemar berat

    BalasHapus
  34. Ak jadi ingat banget dulu sama dua sahabatku kalau nonton F4 di rumahnya sampai pagi wkwkkw. Kumpul bertiga, tegang bareng, ngakak bareng, mellow bareng. Sampai kita punya rok ala Sance wkwkkwkwk

    BalasHapus
  35. Aku baru tahu adaptasi F4 yang paling pertama itu tahun 1995 ya, dikira Meteor Garden itu yang pertama. Aku udah nonton beberapa versi, kecuali versi Jepang, China sama Tahiland. 😁

    BalasHapus
  36. nggak ada matinya F$ ini ya Kak hahaha aku juga pernah demam banget nih jadi malu tapi hepi loh menikmati masa itu.

    BalasHapus

Hi, thank you so much for stopping by. Let's connected!

- nesa -

Twitter

Instagram

Facebook Fanpage

Subscribe