Larasatinesa.com - Sebenernya ini masih cerita day 2 tapi malamnya sih. Jadi sebelum menuju hotel di Pattaya, saya dan teman-teman mampir dulu ke Alcazar, itu lho tempat pertunjukan kabaret lady boys yang terkenal banget di Pattaya. Saya sih nggak ikutan nonton, cuma nunggu rombongan tour yang lagi pada nonton. Kurang lebih pertunjukannya 1 jam, harga tiketnya 300rb-an kalau dirupiahkan. Saya pribadi sih nggak seloyal itu mengeluarkan uang buat nonton mas-mas cantik itu. 😂 Tapi kalau kamu penasaran dan ingin rasain sensasi nonton kabaretnya sih monggo. Hehe.
Btw, saya sama teman-teman nggak cuma diam aja kok nungguin show-nya selesai. Kami memutuskan buat jalan-jalan di sekitar jalan raya, ya siapa tau nemu yang lucu-lucu. Sampai akhirnya kami masuk ke Family Mart buat jajan skincare! Kkk. Sumpah ya, di sini tuh murah-murah banget, bahkan di minimarket aja pilihan skincare-nya banyak. Ih seneng banget deh.
Jadi sebetulnya di sepanjang jalan ini ada banyak sekali tempat pertunjukan lady boys. Yang membedakannya hanya tempat dan rate-nya aja. Ada yang kalangan menengah atas dan ada yang menengah. Untuk yang di Alcazar masuknya show untuk kalangan menengah atas, dan lady boys-nya pun kualitasnya berbeda. Saya nggak mendiskriminasi ya, ini hanya melihat faktanya. Ladyboys di Alcazar cantiknya kebangetan dong, putih-putih, mulus, nggak ada cacat sedikitpun, dan mirip artis Korea. Gue yang cewek aja minder! Silakan lihat sendiri kalau nggak percaya.. 🤣
![]() |
| Thailand Trip Day 3 |
![]() |
| Alcazar Show Pattaya |
![]() |
| Hmm gimana menurut kamu masnya yang kostum kuning, eh mbaknya? 🤣 |
Sekadar info, faktanya orang-orang Thailand melakukan operasi plastik di Korea, sementara orang-orang Korea malah memilih melakukan opeasi plastik di Thailand. Lah kok kebalik ya? Wkwk. Oh ya, mereka ini nggak bisa pergi-pergi ke Negara dingin karena silikon yang mereka pasang bisa sampai pecah. Hii.. agak ngeri juga ya perjuangan jadi mereka.
Terlepas dari sudut pandang agama saya yang tidak memperbolehkan adanya lady boys ini, saya tetap respect dengan segala perbedaan yang ada di dunia ini. Saya nggak akan men-judge apapun karena bukan kapasitas-Nya. Saya juga tahu, nggak semua lady boys ingin jadi seperti ini kok. Well, ambil hikmahnya aja nggak usah ribet maksain segala sesuatu harus sesuai dengan keinginan kita. Saya sih lebih ke senang karena mendapatkan insight baru dari setiap perjalanan.
Baca juga: Thailand Trip Day 1: Sawatdee Ka Bangkok!
Baca juga: Thailand Trip Day 1: Sawatdee Ka Bangkok!
The Seasons Hotel Pattaya
Akhirnya nyampe hotel juga, kayaknya waktu itu udah hampir jam 11 malam. Sumpah udah pengen goler-goler di kasur buat lurusin kaki. Sama kayak sebelumnya, saya sekamar lagi sama Ifa, dan kebiasaan kami foto-foto dulu sebelum bobok. Mari review hotelnya dulu sekejap.
The Seasons Hotel Pattaya merupakan salah satu hotel bintang 3 yang ada di Pattaya-Chonburi. Hotel ini emang udah jadi langganannya tour and travel bawa rombongan turis dari Indonesia. Saya lupa sebenernya kemarin kamarnya tipe apa. Fasilitas di sini cukup lengkap, diantaranya:
The Seasons Hotel Pattaya merupakan salah satu hotel bintang 3 yang ada di Pattaya-Chonburi. Hotel ini emang udah jadi langganannya tour and travel bawa rombongan turis dari Indonesia. Saya lupa sebenernya kemarin kamarnya tipe apa. Fasilitas di sini cukup lengkap, diantaranya:
- Twin Bed
- Refrigerator
- AC
- LED TV
- Coffe / Tea Maker
- Desk
- Shower + Bathtub
- Hair dryer
- Toiletries
- Complimentary bottled water
![]() |
| Thanks God, akhirnya bisa rendeman 😂 |
![]() |
| Ini lho kulkas dan perlengkapannya ~ |
Tersedia berbagai macam snack dan minuman beralkohol di kulkasnya. Tapi tentu itu semua nggak gratis. Dan berhubung di Pattaya kehidupan malamnya sungguh luar biasa. Maka menyediakan kondom untuk tamu hotel adalah hal yang nggak aneh. Eits, yang ini juga nggak gratis. Ehe.
Bagian paling zonk adalah waktu saya lihat nggak ada handuk di kamar saya. Hahaha! Saya langsung lapor ke tour guide buat minta diambilin. Pas dianterin sama staff hotelnya dia malah kasih saya shower cap dong. Wkwkwk. Tapi akhirnya jadi dianterin handuknya kok. Oh ya, ada lagi yang bikin tercengang, di sini untuk Wi-Fi nya ternyata nggak include, jadi harus bayar lagi kalau mau internetan, pelit banget sih.. thanks God, untung saya beli sim card unlimited. Hahaha!
![]() |
| Bayar maning ~ |
![]() |
| Surga duniawi~ |
![]() |
| Ternyata beneran 80 THB wkwkwk |
![]() |
| Ya ampun, nulis ini sambil bayangin enaknya 😂 |
Anw, saya lebih suka hotel sebelumnya yang ada di Bangkok. Walau nggak ada bathtub nggak masalah buat saya, karena vibes-nya lebih nyaman dan makanannya enak-enak. Keesokan harinya, kami balik lagi ke Bangkok dan menginap lagi semalam di sana. Perjalanan kami berlanjut ke tempat-tempat di sekitaran Kota Bangkok.
Wat Arun
Sebetulnya sebelum ke Wat Arun, kami mengunjungi toko perhiasan, lagi-lagi maklum ya karena memang tour travel-nya bekerja sama dengan beberapa pengusaha untuk promosi produknya. Setelah itu kami juga mampir juga ke resto timur tengah untuk makan siang dan sholat dzuhur dulu.
Wat Arun adalah candi Buddha (wat) yang terletak di distrik Bangkok Yai di Bangkok, Thailand, tepatnya di barat hulu sungai Chao Phraya. Nama panjang dari candi ini adalah Wat Arunratchawararam Ratchaworamahavihara. Gilss susah banget ejaannya! 😂Wat Arun Rajwararam atau Candi Fajar, diambil dari nama Dewa Fajar, Aruna. Wat Arun dianggap salah satu situs yang paling terkenal di Thailand. (sumber: wikipedia)
Selama ini sering banget lihat orang-orang yang ke Bangkok pasti selalu menyempatkan ke sini. Jadi semacam tempat wisata iconic yang ada di Thailand. Wat Arun buka setiap hari mulai jam 8 pagi sampai jam 6 sore. Untuk tiket masuk ke Wat Arun kamu harus membayar 50 THB atau sekitar 23rb. Saya dan rombongan ke sini siang mentereng, panasnya kebangetan. Mau lebih keren pemandangannya, bisa datang sore ke malam, karena kamu akan lihat senja yang menakjubkan. Oh ya, di area luar candinya banyak yang berjualan oleh-oleh pernak pernik khas Thailand. Saya kemarin ngebet banget ingin beli, padahal besoknya tau mau belanja di Chactuchak Market. Yaudah, daripada saya penasaran, saya akhirnya beli celana motif gajah berwarna orange seharganya 150 THB atau sekitar 60rb rupiah. Sayangnya karena nggak ada waktu banyak, kami nggak sempat naik kapal fery menyebrangi sungai Chao Praya untuk ke Wat Pho.
Wat Arun adalah candi Buddha (wat) yang terletak di distrik Bangkok Yai di Bangkok, Thailand, tepatnya di barat hulu sungai Chao Phraya. Nama panjang dari candi ini adalah Wat Arunratchawararam Ratchaworamahavihara. Gilss susah banget ejaannya! 😂Wat Arun Rajwararam atau Candi Fajar, diambil dari nama Dewa Fajar, Aruna. Wat Arun dianggap salah satu situs yang paling terkenal di Thailand. (sumber: wikipedia)
![]() |
| Kak Yuni sedang berpose di Wat Arun |
MBK Shopping Center
MBK Center yang juga dikenal dengan nama Mahboonkrong adalah sebuah pusat perbelanjaan besar di Bangkok, Thailand. Dengan ketinggian delapan tingkat, pusat perbelanjaan ini berisi sekitar 2.000 toko, restoran, dan gerai layanan, termasuk 4 lantai Tokyu department store. Jumlah pengunjung tiap harinya bisa mencapai lebih dari 100.000 orang, tapi tetap mayoritas pembelinya masih penduduk Thailand sendiri. MBK Center terhubung ke Siam Discovery dan Siam Paragon melalui jalan penghubung yang ditinggikan, di mana barang pada kedua mall tersebut lebih mewah dan hanya menjual barang otentik saja.
Kami diberi waktu 1 jam untuk explore MBK Center. What? Shopping apaan deh ini waktunya cuma sejam?! Hahaha. Kami memutuskan untuk mencari 1 tempat yang ada di area Siam. Waktu itu kami heboh mau cari Eve and Boy yang merupakan salah satu toko kosmetik terbesar, kami tau info ini dari rekomendasinya orang-orang yang pernah jalan-jalan di area MBK. Masalahnya adalah kami susah berkomunikasi dengan warga lokal di sana yang nggak bisa Bahasa Inggris, walau kami lihat maps juga bahasanya kan Thailand ya wkwk. 😂 Sempat juga dibantu sama tour guide kami tapi nggak sampai selesai diantar karena dia rempong sama rombongan yang lain. Alhamdulillah.. akhirnya kami sampai juga kok di Eve and Boy dan langsung beli skincare dan make up incaran. Oh ya, pas muter-muter itu kami sempat nyasar di pintu masuknya Madame Tussauds. Beberapa dari rombongan lain sih ada yang minta ke sana dan bayar tiket on the spot. Kalau kami mah belanja lebih penting sist. 😅
MBK Center yang juga dikenal dengan nama Mahboonkrong adalah sebuah pusat perbelanjaan besar di Bangkok, Thailand. Dengan ketinggian delapan tingkat, pusat perbelanjaan ini berisi sekitar 2.000 toko, restoran, dan gerai layanan, termasuk 4 lantai Tokyu department store. Jumlah pengunjung tiap harinya bisa mencapai lebih dari 100.000 orang, tapi tetap mayoritas pembelinya masih penduduk Thailand sendiri. MBK Center terhubung ke Siam Discovery dan Siam Paragon melalui jalan penghubung yang ditinggikan, di mana barang pada kedua mall tersebut lebih mewah dan hanya menjual barang otentik saja.
Kami diberi waktu 1 jam untuk explore MBK Center. What? Shopping apaan deh ini waktunya cuma sejam?! Hahaha. Kami memutuskan untuk mencari 1 tempat yang ada di area Siam. Waktu itu kami heboh mau cari Eve and Boy yang merupakan salah satu toko kosmetik terbesar, kami tau info ini dari rekomendasinya orang-orang yang pernah jalan-jalan di area MBK. Masalahnya adalah kami susah berkomunikasi dengan warga lokal di sana yang nggak bisa Bahasa Inggris, walau kami lihat maps juga bahasanya kan Thailand ya wkwk. 😂 Sempat juga dibantu sama tour guide kami tapi nggak sampai selesai diantar karena dia rempong sama rombongan yang lain. Alhamdulillah.. akhirnya kami sampai juga kok di Eve and Boy dan langsung beli skincare dan make up incaran. Oh ya, pas muter-muter itu kami sempat nyasar di pintu masuknya Madame Tussauds. Beberapa dari rombongan lain sih ada yang minta ke sana dan bayar tiket on the spot. Kalau kami mah belanja lebih penting sist. 😅
![]() |
| Walau nyasar tetep foto dulu ~ |
![]() |
| Ini lho yang dicari-cari ~ |
Asiatique The Riverfront
Oke, jadi sebelumnya saya nggak pernah tahu tempat seperti apa Asiatique The Riverfront ini. Asiatique adalah kawasan hiburan malam dan night bazaar. Mirip seperti pasar malam kalau di Indonesia, tapi ini versi modern. Lokasinya terbuka dan berada di pinggir sungai Chao Phraya. Di sini ada lebih dari 1000 kios, kamu bisa mencoba berbagai macam kuliner Thailand dan berbelanja souvenir dengan harga terjangkau.
Saya ke sini malam hari, ketika wajah udah berkeringat lelah nggak karuan lagi, ditambah malas touch up. Untung malam sih, lagian nggak ada yang kenal juga di sana ngapa lo sibuk amatan, Nes? 😂
Di sini saya dan teman-teman membeli beberapa barang-barang titipan keluarga. Yang mana harganya murah-murah banget! Terus kami datang ke toko yang emang langganannya orang Indonesia, eh masnya yang punya ngebonusin dompet koin juga dong. Saya beli dompet gajah ukuran besar setengah lusin, tirai gajah warna-warni, dan tote bag besar masih berukiran gajah. Oh ya, saya sangat merekomendasikan kamu buat belanja snack / camilan oleh-oleh di sini juga karena harganya cukup murah.
Saya di Asiatique nggak terlalu lama, karena tempat ini merupakan destinasi terakhir di hari ketiga. Kalau aja kami datang siang ke Asiatique, mungkin saya udah nyobain naik bianglala tingginya yang bernama Asiatique Sky itu. Next time kalau ke sini lagi wajib coba kayaknya!
Baca Juga: Thailand Trip Day 2: Goes to Pattaya!
Saya ke sini malam hari, ketika wajah udah berkeringat lelah nggak karuan lagi, ditambah malas touch up. Untung malam sih, lagian nggak ada yang kenal juga di sana ngapa lo sibuk amatan, Nes? 😂
Di sini saya dan teman-teman membeli beberapa barang-barang titipan keluarga. Yang mana harganya murah-murah banget! Terus kami datang ke toko yang emang langganannya orang Indonesia, eh masnya yang punya ngebonusin dompet koin juga dong. Saya beli dompet gajah ukuran besar setengah lusin, tirai gajah warna-warni, dan tote bag besar masih berukiran gajah. Oh ya, saya sangat merekomendasikan kamu buat belanja snack / camilan oleh-oleh di sini juga karena harganya cukup murah.
Saya di Asiatique nggak terlalu lama, karena tempat ini merupakan destinasi terakhir di hari ketiga. Kalau aja kami datang siang ke Asiatique, mungkin saya udah nyobain naik bianglala tingginya yang bernama Asiatique Sky itu. Next time kalau ke sini lagi wajib coba kayaknya!
Baca Juga: Thailand Trip Day 2: Goes to Pattaya!
***
Monmaap ini tulisannya dirapel jadi puanjaang banget. Padahal ada 2 tempat juga yang saya skip karena tempat jualan yang kerjasama sama travelnya. Nah, besoknya itu sebelum flight malam pulang ke Indonesia, saya masih ada jalan-jalan bebas ke Chactuchak Weekend Market.
Ada drama yang terjadi saat check-in di bandara Don Mueang Bangkok sebelum pulang. Jadi sewaktu kami transaksi dengan travel agent itu, kami udah bayar sekalian untuk bagasi 40kg di flight kepulangan. Maklum nih oleh-oleh kami lumayan banyak. Ternyata pas kami check-in, pihak travel belum membelikan kami bagasi. Kebayang dong gimana paniknya! Mana lagi banyak yang antri pula di belakang kami. Untung ada tour guide kami, Mr.D masih nemenin di situ. Beliau yang menenangkan kami sambil kami menghubungi pihak travel agent di Indonesia. Yang bikin kesal adalah si admin travel suruh kami yang bayar dulu di bandara pakai duit baht nanti setelah di Indonesia akan diganti oleh mereka. WHAT? Duit baht kami udah ludes nggak bersisa, sengaja dihabisin karena buat apa dibawa pulang ke Jakarta. Kok jadi kayak nggak mau tanggung jawab gitu deh. Akhirnya setelah setengah jam berlalu, akhirnya pihak travel beliin bagasi kami lalu mereka sempat meminta maaf.
Karena urusan bagasi, yang tadinya penilaian saya sama travel hampir sempurna malah berubah jadi ilfeel. 😅 Ini bakalan jadi pelajaran berharga buat saya sama teman-teman. Cukup sekali ini aja jalan-jalan pakai travel agent. Nanti kalau ke sana dan butuh tour guide lagi tinggal kontak Mr. D aja boleh katanya.
Akhirnya selesai juga series Thailand Trip ini walaupun emang lambat banget saya nulisnya. Harap dimaklum ya, kuli ahensi susah banget bagi waktu buat nulis! Hahaha. Sengaja diberesin karena tahun 2020 ini kan mau balik lagi ke Bangkok dengan tema wisata belanja. Doakan semoga cuannya terkumpul banyak biar bisa jalan-jalan lagi ke sana ya. Jadi atau nggaknya nanti pasti dikabarin di blog ini. Eh, kalau ada yang mau bayarin ke sana, dengan senang hati lho.
Karena urusan bagasi, yang tadinya penilaian saya sama travel hampir sempurna malah berubah jadi ilfeel. 😅 Ini bakalan jadi pelajaran berharga buat saya sama teman-teman. Cukup sekali ini aja jalan-jalan pakai travel agent. Nanti kalau ke sana dan butuh tour guide lagi tinggal kontak Mr. D aja boleh katanya.
Akhirnya selesai juga series Thailand Trip ini walaupun emang lambat banget saya nulisnya. Harap dimaklum ya, kuli ahensi susah banget bagi waktu buat nulis! Hahaha. Sengaja diberesin karena tahun 2020 ini kan mau balik lagi ke Bangkok dengan tema wisata belanja. Doakan semoga cuannya terkumpul banyak biar bisa jalan-jalan lagi ke sana ya. Jadi atau nggaknya nanti pasti dikabarin di blog ini. Eh, kalau ada yang mau bayarin ke sana, dengan senang hati lho.
![]() |
| Foto bareng sebelum pulang sama tour guide kami yang baik hati Mr. D |
See you, Thailand!
Tertanda,
Nesa yang ingin ke Thailand lagi.







































































