Larasatinesa.com - Akhir bulan Juni kemarin saya diajak Marya dan Kak Jean untuk join jalan-jalan ke Ciwidey. Ini bukan kali pertama saya jalan bareng mereka. Setahun lalu saya juga sempat ke Stone Garden Padalarang bareng mereka. Kali ini minus Novida yang sedang ada di kampung halamannya, Surabaya. Anehnya nih, tanggal trip kami ini sama banget dengan tahun lalu, udah gitu pas sama-sama habis lebaran pula. Kebetulan yang nggak disengaja deh! Haha.
Kami pergi di hari Sabtu yang cerah, Bandung lagi summer nih jadi cucok banget buat jalan-jalan, outfit traveling yang kami pakai pun bener-bener santai. Karena diantara kami nggak ada yang bawa kendaraan pribadi, jadi kami pergi menggunakan transportasi umum. Sebetulnya saya udah beberapa kali ke Ciwidey, tapi setiap ke sana selalu touring bareng mantan teman-teman pakai motor. Jadi ini adalah pengalaman pertama saya ke Ciwidey menggunakan transportasi umum. Let see gimana keseruannya!
Pengalaman Naik Transportasi Umum ke Ciwidey
Hari itu kami janjian di Terminal Leuwi Panjang jam 6 pagi, sebelumnya saya naik ojek online buat menuju terminal. Lalu setelah semua berkumpul, kami kemudian naik mobil ELF (bentuknya hanya menyerupai ELF ya, bukan ELF yang asli) jurusan Bandung - Ciwidey yang nantinya akan turun di pemberhentian terakhir yaitu Terminal Ciwidey. Baru kali ini seumur hidup saya naik ELF. Oh ya, ELF ini bakalan terus ngetem kalau penumpangnya belum penuh lho, jadi emang lumayan lama nunggunya. Yakali semua orang pada ke Ciwidey! 😂 Kayaknya kemarin ada 15 orang di dalam ELF. Mamang ELF ini nggak akan membiarkan ada sedikit ruang kosong, pokoknya saya selama di dalam itu sampai rebutan oksigen. Pfft. Anw, sekarang ke Ciwidey bisa lebih cepat sampai karena lewat tol Soroja (Soreang-Kopo-Pasir Koja). Kemarin beneran nggak berasa di jalan karena si ELF lumayan ngebut lewat tol cuma 1 jam aja. Jam setengah 8 pagi kami udah sampai di Ciwidey dong. Untuk ongkos ELF-nya 15rb / orang ya.
![]() |
| Gini nih suasana di ELF 😂| pic by Marya |
Sampai di terminal Ciwidey, saya dan teman-teman disambut oleh banyak mamang-mamang yang menawarkan jasa antar jemput. Mereka sepertinya udah hafal ya mana muka orang Ciwidey, mana muka orang Los Angeles. 😂 Maksudnya mereka tau gitu turis-turis yang mau jalan-jalan. Nah dari situ saya lanjut naik angkot warna kuning jurusan Ciwidey - Patengan. Mobil angkot ini bisa mengantar ke semua tempat wisata di Ciwidey karena memang itu jalur angkotnya. Saya kemarin langsung bilang mau ke Kawah Putih ke mamangnya dan dia langsung anterin kami ke sana. Buat ongkos angkotnya yang sekarang 15rb / orang.
Tadinya tempat pertama yang mau kami kunjungi adalah Kawah Putih. Tapi berhubung beberapa dari kami belum sarapan, jadi kami memutuskan mampir sarapan dulu di warung yang ada di depan gerbang masuk Kawah Putih. Kami pun sarapan gorengan, Indomie rebus pakai telur, dan segelas teh tawar hangat. Karena masih pagi banget dan mataharinya belum terlalu panas, akhirnya kami memutuskan ganti destinasi pertama ke Ranca Upas dulu yang hanya tinggal jalan kaki sedikit karena letaknya ada di seberang gerbang masuk Kawah Putih.
Cuma mau bilang, kalian usahain jangan beser di sini. Karena di sini toiletnya bayar. Tiap toilet harganya beda dari 2000 s/d 5000 tergantung kebutuhan. Dan saya buang air kecil 2x selama di Ciwidey. Sekian sekilas info. 😂
Cuma mau bilang, kalian usahain jangan beser di sini. Karena di sini toiletnya bayar. Tiap toilet harganya beda dari 2000 s/d 5000 tergantung kebutuhan. Dan saya buang air kecil 2x selama di Ciwidey. Sekian sekilas info. 😂
Main ke Penangkaran Rusa di Ranca Upas
Ranca Upas atau Kampung Cai Ranca Upas adalah salah satu bumi perkemahan di Bandung, Jawa Barat, Indonesia. Terletak di Jalan Raya Ciwidey Patenggang KM. 11, Alam Endah, Ciwidey Kabupaten Bandung, dengan jarak sekitar 50 km dari pusat Kota Bandung.
Memiliki luas area sekitar 215 Hektar, berada pada 1700 meter di atas permukaan laut, dengan suhu udara sekitar 17 °C - 20 °C. Sekitar area, oleh hutan lindung dengan beragam flora seperti Pohon Huru, Hamirug, Jamuju, Kihujan, Kitambang, Kurai, Pasang dan Puspa. Sedangkan fauna terdiri dari beragam jenis burung, serta beberapa satwa jinak lainnya.
Terdapat beberapa objek wisata dan permainan menarik di Ranca Upas, diantaranya;
Padahal udah ngerasa datang pagi, tapi tetap aja udah banyak orang. Ada yang sekadar foto-foto, ada yang main sama rusa, ada juga yang ketakutan dan cuma melipir aja. Rusanya banyak banget dan mereka gemuk-gemuk. Saya baru melihat rusa sedekat ini lho. Mereka nggak galak kok, paling bakalan diserbu aja kalau kamu bawa makanannya, penciuman mereka tajam banget soalnya. Udah makanannya habis juga mereka bakalan pergi dengan sendirinya. Tahu kan peribahasa "habis manis sepah dibuang"? Nah rusa tuh sifatnya ngeselin kayak gitu!
Monmaap jadi ngegas.. jadi teringat siapa gitu... 😂
Dan ternyata rusa juga bisa kekenyangan terus mereka ngedeprok aja duduk manjah sambil ketiduran. Eh awas ntar usus buntu woy! 🤣
Puas main sama rusa, saya dan teman-teman menuju Kawah Putih yang cuma tinggal jalan kaki aja. Oh ya, sebelum keluar dari Ranca Upas kami tiba-tiba lihat mamang jualan rujak tumbuk. Lihatnya bikin nelen ludah deh. Akhirnya kami makan rujak dulu sebelum melanjutkan perjalanan. Lumayan pedas guys bikin perut panas.
Ranca Upas atau Kampung Cai Ranca Upas adalah salah satu bumi perkemahan di Bandung, Jawa Barat, Indonesia. Terletak di Jalan Raya Ciwidey Patenggang KM. 11, Alam Endah, Ciwidey Kabupaten Bandung, dengan jarak sekitar 50 km dari pusat Kota Bandung.
Memiliki luas area sekitar 215 Hektar, berada pada 1700 meter di atas permukaan laut, dengan suhu udara sekitar 17 °C - 20 °C. Sekitar area, oleh hutan lindung dengan beragam flora seperti Pohon Huru, Hamirug, Jamuju, Kihujan, Kitambang, Kurai, Pasang dan Puspa. Sedangkan fauna terdiri dari beragam jenis burung, serta beberapa satwa jinak lainnya.
Terdapat beberapa objek wisata dan permainan menarik di Ranca Upas, diantaranya;
- Adventure
- Kolam Renang Air Hangat
- War Games
- ATV
- Kolam Renang Waterboom
- Water Games
- Camping Ground
- Outdoor Gathering
- Fun Games
- Penangkaran Rusa
| Pesawat terbang aaaaa |
| Pinter yah anak mamah makan sayurnya!! 😂 |
Monmaap jadi ngegas.. jadi teringat siapa gitu... 😂
| Ada yang kenyang bego~ |
Puas main sama rusa, saya dan teman-teman menuju Kawah Putih yang cuma tinggal jalan kaki aja. Oh ya, sebelum keluar dari Ranca Upas kami tiba-tiba lihat mamang jualan rujak tumbuk. Lihatnya bikin nelen ludah deh. Akhirnya kami makan rujak dulu sebelum melanjutkan perjalanan. Lumayan pedas guys bikin perut panas.
| Rujak, anyone? |
Ke Kawah Putih Naik Ontang-Anting
Kawah Putih adalah sebuah tempat wisata di Jawa Barat yang terletak di kawasan Ciwidey. Kawah putih merupakan sebuah danau yang terbentuk dari letusan Gunung Patuha. Tanah yang bercampur belerang di sekitar kawah ini berwarna putih, lalu warna air yang berada di kawah ini berwarna putih kehijauan, yang unik dari kawah ini adalah airnya kadang berubah warna. Kawah ini berada pada ketinggian +2090 m dpl dibawah puncak/titik tertinggi Gunung Patuha.
Ini udah entah ke berapa kalinya saya ke Kawah Putih. Dan sekarang tempatnya udah berubah banget. Biaya masuk Kawah Putih 25rb / orang, dan kalau kamu nggak bawa kendaraan pribadi kayak saya, kamu wajib naik ontang-anting (mobil wisata) pulang-pergi yang bakalan antar kamu ke dalam pintu masuk kawah dengan biaya 20rb / orang. Coba rasain deh sensasi naik ontang-anting ini, berasa naik mobil balap!
Sesampainya di sana.. gilak penuh banget sama rombongan turis! Saya langsung melihat ke sekeliling buat cari tempat ngadem yang agak sepi. Kalau kamu mau foto agak ke tengah danaunya, di sana disediakan jembatan dan harus bayar lagi 10rb / orang. Saya mah cukup di pinggir aja deh, udah keliatan kok danaunya. Kalau fotonya bocor, kan bisa diedit pakai photoshop. Kkk.
Pas di sini saya sama Marya sempat agak kesal dengan sebagian orang yang beranggapan bahwa kursi-kursi dari batang pohon yang menghadap ke kawah ini seolah-olah disediakan hanya buat mereka yang berpasangan. Hellawwhh kami juga ingin ngadem sambil foto-foto kali. 🙄
Kawah Putih adalah sebuah tempat wisata di Jawa Barat yang terletak di kawasan Ciwidey. Kawah putih merupakan sebuah danau yang terbentuk dari letusan Gunung Patuha. Tanah yang bercampur belerang di sekitar kawah ini berwarna putih, lalu warna air yang berada di kawah ini berwarna putih kehijauan, yang unik dari kawah ini adalah airnya kadang berubah warna. Kawah ini berada pada ketinggian +2090 m dpl dibawah puncak/titik tertinggi Gunung Patuha.
| Tiket Masuk Kawah Putih |
| Ontang Anting |
| Ya ampun rame banget kek di pasar |
Sesampainya di sana.. gilak penuh banget sama rombongan turis! Saya langsung melihat ke sekeliling buat cari tempat ngadem yang agak sepi. Kalau kamu mau foto agak ke tengah danaunya, di sana disediakan jembatan dan harus bayar lagi 10rb / orang. Saya mah cukup di pinggir aja deh, udah keliatan kok danaunya. Kalau fotonya bocor, kan bisa diedit pakai photoshop. Kkk.
| Bersandarlah kepada Tuhan Yang Maha Esa |
| Happy! |
| Setelah berjuang menghapus orang-orang di photoshop~ |
Kami kebetulan nggak lama di sini karena pusing lihat orang semakin siang semakin ramai. Akhirnya setelah ambil beberapa foto, ngemil, dan salat dzuhur, kami memutuskan untuk pindah ke tempat selanjutnya.
Glamping Lakeside Rancabali & Pinisi Resto
Tempat selanjutnya adalah Glamping Lakeside Rancabali & Pinisi Resto yang lagi hype banget seantero instagram. Glamping Lakeside Rancabali & Pinisi Resto ini letaknya berdekatan dengan Situ Patenggang. Di sana kamu bisa melakukan kegiatan selfie, sunset-sunrise, menginap, dan kulineran dengan keindahan panorama alam Bandung Selatan.
Untuk menuju ke sana kami naik angkot lagi yang akhirnya kami sewa. Kenapa disewa? Karena rute angkotnya hanya sampai terminal Patenggang yang mana nggak sampai ke kawasan Glamping Lakeside Rancabali & Pinisi Resto. Akses menuju tempatnya lumayan rempong kalau kamu nggak bawa kendaraan pribadi.
Sebetulnya nih, kami nggak benar-benar ke Glamping Lakeside Rancabali. Kami ke sini cuma gara-gara penasaran sama Pinisi Restonya aja. Resto ini bentuknya menyerupai kapal pinisi, yang dibuat dan diletakkan di atas sebuah perbukitan dalam bentuk dan ukuran aslinya. Untuk tiket masuk Glamping kamu harus membayar 20rb / orang, kalau mau lanjut ke Pinisi Resto bayar lagi 10rb / orang. Atas arahan mamang angkot yang ngantar kami, kami masuk lewat jalur bawah area Pinisi Resto supaya nggak bayar.
Mohon perbuatan tidak terpuji ini jangan dicontoh yhaa! 😂
Dan.. lagi-lagi tempatnya penuh sama rombongan karyawisata dari luar kota. Literally bener-bener penuh. Saya nggak ngerasa enjoy ada di sini. Semua meja penuh, boro-boro ingin order makanan atau minuman, yang ada malah rebutan spot foto sama ibu-ibu. 😑
Buat kalian yang mau makan di resto ini, pastiin bawa uang yang cukup ya, karena menu-menu makanannya di sini agak mahal. Pinisi Resto ini buka setiap hari mulai dari pukul 7 pagi hingga tengah malam.
Pinisi Resto ini jadi tempat paling singkat yang kami kunjungi. Harusnya kami bisa explore lagi objek wisata yang lain di sini (yang juga harus bayar) kayak jembatan danau, teras bintang, dll. Tapi udah keburu pusing lihatnya. Buat saya resto ini jadi biasa aja, paling kerennya cuma bisa ambil spot foto yang pemandangannya Situ Patenggang.
Okay, its time to back home!
Tempat selanjutnya adalah Glamping Lakeside Rancabali & Pinisi Resto yang lagi hype banget seantero instagram. Glamping Lakeside Rancabali & Pinisi Resto ini letaknya berdekatan dengan Situ Patenggang. Di sana kamu bisa melakukan kegiatan selfie, sunset-sunrise, menginap, dan kulineran dengan keindahan panorama alam Bandung Selatan.
| Pinisi Resto |
| Backlight tapi akunya mancung~ 😂 |
Sebetulnya nih, kami nggak benar-benar ke Glamping Lakeside Rancabali. Kami ke sini cuma gara-gara penasaran sama Pinisi Restonya aja. Resto ini bentuknya menyerupai kapal pinisi, yang dibuat dan diletakkan di atas sebuah perbukitan dalam bentuk dan ukuran aslinya. Untuk tiket masuk Glamping kamu harus membayar 20rb / orang, kalau mau lanjut ke Pinisi Resto bayar lagi 10rb / orang. Atas arahan mamang angkot yang ngantar kami, kami masuk lewat jalur bawah area Pinisi Resto supaya nggak bayar.
Mohon perbuatan tidak terpuji ini jangan dicontoh yhaa! 😂
Dan.. lagi-lagi tempatnya penuh sama rombongan karyawisata dari luar kota. Literally bener-bener penuh. Saya nggak ngerasa enjoy ada di sini. Semua meja penuh, boro-boro ingin order makanan atau minuman, yang ada malah rebutan spot foto sama ibu-ibu. 😑
Buat kalian yang mau makan di resto ini, pastiin bawa uang yang cukup ya, karena menu-menu makanannya di sini agak mahal. Pinisi Resto ini buka setiap hari mulai dari pukul 7 pagi hingga tengah malam.
| Pemandangan Situ Patenggang dari atas Pinisi Resto |
| Ada yang liat angsa-angsaan? |
Okay, its time to back home!
Monmaap ya, saya dan teman-teman sanggupnya hanya ke 3 tempat di atas. Kami terlalu excited waktu di penangkaran rusa, tenaganya udah terkuras habis di awal! Hahaha. Karena kami pakai transportasi umum dan nggak ada rencana menginap, kami harus bergegas ke terminal Ciwidey karena si angkot kuning hanya beroperasi sampai jam 5 sore. Beda sama ELF yang 24 jam beroperasi. Perjalanan Ciwidey - Bandung lancar nggak macet karena via tol lagi dan saya sempat ketiduran sebentar. Hihi.
Saya sampai di Terminal Leuwi Panjang sekitar jam 5 sore. Sumpah saya senang banget bisa ke Ciwidey bareng Marya dan Kak Jean yang gaya ngetrip-nya sama kayak saya. Susah lho nemu partner traveling yang visinya sama gini. Kami pun akhirnya berpisah di terminal menuju rumah masing-masing.
Ciwidey ini emang ya udah turis banget sih, karena semua spot-spot untuk fotonya nggak gratis alias bayar. Hahaha! Dimana-mana tempat wisatanya penuh dan susah banget buat foto-foto yang nggak bocor. Mungkin akan agak lengang kalau ke sini di weekday. Btw kemarin saya nggak sempat foto-foto di kebun teh Rancabali karena udah keburu siang dan panas banget. Mungkin ada yang heran kenapa kami nggak makan siang. Jadi sebelum sarapan pagi di Kawah Putih saya sebetulnya udah makan di rumah, terus makan rujak pedas yang bikin bolak balik minum, lalu ditambah makan micin dalam bentuk chiki-chikian yang dibawa Kak Jean, malah Marya sempat beli jasuke alias jagung susu keju di parkiran Glamping. Makanya kami tenang-tenang aja~
Next-nya saya mungkin mau camping di Ranca Upas atau coba sensasi menginap di Glamping Lakeside Rancabali. Gimana.. ada yang mau ikutan juga? 😁
![]() |
| See you on next trip, guys! |
Budget ke Ciwidey via kendaraan umum
ELF PP: 30rb
Angkot PP + sewa: 65rb
Kawah Putih: 45rb
Sarapan: 18rb
Toilet (2x): 5rb
Masuk Ranca Upas: 15rb
Makanan Rusa: 20rb
Jajan Rujak: 15rb
=======================
=======================
Total: Rp. 195.000,-
Cheers,
Nesa









