Larasatinesa.com - Dulu, karena punya banyak waktu luang di lab multimedia kampus, saya iseng-iseng kepikiran untuk bikin blog. Saya membuat blog ini ketika berusia 19 tahun, tepatnya tahun 2009 lalu dengan nama alay yang sok-sok inggris: givememoreorange.blogspot.com. 😂
Karena punya riwayat lulusan sekolah menengah kejuruan jurusan IT, saya diminta oleh dosen untuk menjadi assisten di lab multimedia yang tugasnya mengajar mata kuliah multimedia pada mahasiswa/i di kampus saya waktu itu. Saya dulu belum punya laptop kayak orang lain, makanya saya manfaatin fasilitas ini untuk berlama-lama di lab dan mempercantik rumah baru saya.
Sampai pada akhirnya saya kecanduan baca tulisan-tulisan blognya Raditya Dika. Jujur aja, sosok yang paling besar pengaruhnya buat saya untuk bikin blog itu ya Bang Dika. Saya pun ter-influence beliau untuk rutin menulis blog -walaupun-tulisan-pertama-saya-alay-nggak-jelas. Karena hal itulah yang bikin saya suka dengan tulisan genre komedi.
Sebelumnya, saya memang punya hobi menulis buku diary sejak SMP. Saya masih menyimpan semua diary-diary itu di lemari untuk sesekali saya baca dan menjadi hiburan saya di saat galau. Menertawakan kebodohon sendiri itu priceless banget. Apalagi saya menuliskannya dengan detail. Duduk sebelahan sama gebetan waktu sekolah aja bisa saya tulis beberapa halaman, bok! 🤣
Saya mikir nih walaupun saya masih menulis diary sampai saat ini, tapi itu hanya sebatas untuk menyenangkan diri saya sendiri. Beda rasanya kalau catatan saya ini dibagikan di blog, pasti akan ada banyak orang yang membaca.
Seiring berjalannya waktu, saya juga melewati fase up and down dalam dunia blog. Dari blog yang umurnya udah hampir 10 tahun ini, traffic saya emang bisa dikatakan lambat. Ya gimana nggak lambat, saya dulu kebanyakan galaunya daripada produktifnya. Haha.
Sampai akhirnya di tahun 2016 saya kembali aktif ngeblog lagi. Dimulai dari mengikuti beberapa kegiatan dari komunitas blog, kok rasanya saya senang banget ya bisa melakukan hobi sekaligus menambah teman. Saya masih ingat waktu itu teteh Tian Lustiana menyuruh saya untuk segera ganti domain menjadi .com biar nggak alay lagi dan langsung melakukannya 2 hari kemudian. Dan saya nggak akan lupa sama kebaikan teteh Herva Yulyanti buat di riweuh-in pas drama ganti domain. Hahaha. Hatur nuhun ya, teteh-tetehku.
So far, saya bahagia bisa kembali aktif nge-blog. Dan beberapa alasan inilah yang bikin saya bertekad balik lagi buat nge-blog:
1. Menyalurkan Hobi
Seperti yang udah saya tulis diatas, nge-blog juga bikin saya bisa merelaksasikan hati dan pikiran. Menulis itu menyembuhkan kegundahan. Saya bisa meluapkan segala kegalauan dan kesenangan disini. Jadi nyebutnya mah galau yang elegan! Hhh. Saya bisa menuliskan apapun yang saya sukai di blog ini selama saya bertanggung jawab.
2. Melatih Konsistensi
Berhubung saya udah ganti ke domain yang berbayar tiap tahunnya, saya nggak mau rugi dong. Masa sih udah bayar tapi nggak nulis-nulis? Hahaha. Bukan itu kok point-nya. Dengan saya punya blog ini, saya jadi punya rasa tanggung jawab. Macam punya anaklah ya, blog juga harus dirawat. Walaupun saya nggak rajin-rajin amat update blog, tapi seenggaknya saya punya jadwal untuk menulis minimal 1x dalam seminggu. Walaupun nggak maksain juga sih, kalau lagi nggak mood bisa bablas juga sebulan cuma 1 tulisan. Maklum ya kak, kerja di ahensi sibuq ngets akutu. Kkk. ðŸ¤
3. Menambah Teman / Networking
Saya akui, dengan nge-blog saya punya banyak teman blogger, baik yang nyata ataupun maya. Yang menyenangkan adalah ketika kenalan di dunia maya lalu bertemu di dunia nyata. Malah saya seringkali dapat pekerjaan dari teman-teman blogger. The Power of Blogger Networking!
Btw, saya juga mau bilang terima kasih nih, saya bisa kerja di agency seperti sekarang juga karena dapat infonya dari salah satu teman blogger Jakarta, teh Andiyani Achmad. Dan kalian juga harus tahu, kalau saya punya (((penasehat spiritual))) nge-blog, yaitu (((teteh))) Sandra Nova. Beliaulah yang selalu ngecek tulisan saya ketika baru posting di blog ini; apakah tulisan saya enak dibaca atau nggak. Kan beda ya, kalau tulisannya di cek sama alumni sastra Perancis mah. Hahaha, reuz! 😂 Tentunya masih banyak lagi teman-teman blogger lainnya yang berjasa, yang nggak bisa saya sebutkan satu persatu disini.
4. Menambah Penghasilan
Saya dulu nggak pernah terpikir kalau nge-blog bisa mendapatkan uang. Bagi saya menulis blog aja udah suatu kesenangan, apalagi bisa menambah penghasilan. Saya anggap ini adalah semacam bonus, dan saya nggak menjadikan ini sebagai tujuan utama saya nge-blog. Walaupun begitu, saya nggak nolak kok kalau blog saya bisa dapat rejeki. Hehe.
Jadi, jangan heran ya kalau sekarang banyak yang menjadikan pekerjaan full time blogger sebagai mata pencaharian utama. Karena bekerja dari blog saat ini cukup menjanjikan.
Jadi, jangan heran ya kalau sekarang banyak yang menjadikan pekerjaan full time blogger sebagai mata pencaharian utama. Karena bekerja dari blog saat ini cukup menjanjikan.
5. Memberi Manfaat Untuk Orang Lain
Saya senang ketika orang mengapresiasi tulisan saya, dan saya juga senang ketika ada saran atau kritik tentang tulisan saya. Berarti mereka care sama tulisan saya, dan ingin saya menjadi lebih baik lagi dalam menulis. Makin kesini, saya mengerucutkan tujuan untuk blog ini. Sekarang tujuan utama saya nge-blog itu untuk memberi manfaat buat orang lain, walaupun apa yang saya berikan mungkin masih sedikit. Saya juga akan terus belajar.
Dan kali ini, dalam rangka memperingati Hari Blogger Nasional 27 Oktober 2018, saya berkolaborasi dengan komunitas Bandung Hijab Blogger ingin menyampaikan bahwa kami punya program donasi untuk membantu saudara-saudara kita yang terkena bencana Gempa di Kota Palu, Sigi, Donggala dan sekitarnya. Saya dan teman-teman BHB mungkin tidak punya banyak waktu dan materi yang bisa disumbangkan, hanya ini yang dapat saya bagikan ke teman-teman pembaca sekalian. Semoga informasi ini bisa dibagikan ke yang lebih luas lagi.
Prinsip saya, menulis blog itu buat fun, bukan buat jadi beban. Kalau menurut teh Ayu Imanda gimana?
Selamat Hari Blogger Nasional, ya!
Cheers,
Nesa







































