Halal Things to Do in Chinatown Singapore

September 25, 2026

Larasatinesa.com - Apa yang terlintas di pikiran kamu kalau dengar kata Chinatown? Udah pasti kamu akan dengan gampangnya berpikir kalau area ini adalah kampung orang-orang China, yang di dalamnya banyak sekali bangunan bersejarah, ornamen khas Tionghoa, kuliner, toko, sampai tempat wisata yang berhubungan dengan budaya China. Saya pun awalnya berpikir begitu.

Tapi ada sesuatu yang menarik ketika saya mengunjungi Chinatown Singapore.


Saya bisa bilang kalau Chinatown di Singapore ternyata sangat multikultural. Nggak cuma budaya Tionghoa dan umat Buddha saja yang bisa ditemukan di sini. Ada masjid, bahkan ada pula temple umat Hindu. Semuanya berdiri di area yang sama dan menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Chinatown.

Menurut saya, ini adalah salah satu bentuk toleransi yang indah. Kita bisa melihat berbagai budaya dan agama hidup berdampingan dalam satu kawasan tanpa menghilangkan identitasnya masing-masing.

Kebetulan waktu itu saya menginap di sebuah hostel di area Chinatown. Lokasinya literally berada di jalan utama, jadi saya bisa sekalian mengeksplor kawasan di sekitar hostel dengan berjalan kaki.

Nah, dari situlah muncul rasa penasaran saya: sebagai seorang Muslim traveller, apakah menemukan halal things di Chinatown Singapore itu sulit, atau justru sebaliknya?

Tapi ternyata Chinatown Singapore ternyata punya semuanya dalam satu kawasan!

Dalam satu hari, saya bisa mulai dari mengunjungi masjid bersejarah, melihat landmark budaya yang ikonik, ngopi di cafe, makan di restoran halal, sampai menikmati dessert legendaris. Yang paling menyenangkan, sebagian besar tempatnya bisa dijangkau cuma dengan berjalan kaki.

BENERAN JALAN KAKI AJA LHO!

Jadi, kalau kamu sedang merencanakan liburan ke Singapore dan ingin memasukkan beberapa destinasi yang Muslim-friendly ke dalam itinerary, Chinatown bisa banget sih masuk daftar.

Oh ya, sebetulnya saya sudah membuat versi videonya di Instagram dan TikTok saya. Tapi since ini adalah pengalaman yang cukup berkesan buat saya, saya mau menuliskannya juga di sini.

Berikut beberapa tempat yang saya kunjungi.

1. Masjid Jamae — Memulai Eksplorasi dari Masjid Bersejarah

Saya memulai perjalanan di Chinatown dari Masjid Jamae, salah satu masjid bersejarah yang berada tepat di kawasan Chinatown. Lokasinya ada di seberang hostel saya menginap.


Menurut saya, ini jadi tempat yang menarik untuk dikunjungi karena suasananya cukup unik. Bayangin aja deh, di tengah kawasan Chinatown yang identik dengan budaya Tionghoa, kamu bisa menemukan sebuah masjid yang sudah menjadi bagian dari sejarah kawasan tersebut.

Masjid Jamae juga dikenal sebagai salah satu masjid tertua di Singapore yang dibangun oleh komunitas Chulia dari India Selatan. Jadi selain bisa menjadi tempat untuk beribadah, masjid ini juga punya nilai sejarah dan arsitektur yang menarik untuk dilihat. Dominasinya warna hijau pastel yang vibe-nya warm, dan bikin adem.

Buat Muslim traveller, keberadaan masjid seperti ini tentu bikin perjalanan terasa lebih nyaman. Nggak perlu bingung mencari tempat untuk salat ketika sedang mengeksplor kawasan Chinatown.

2. Buddha Tooth Relic Temple — Landmark Ikonik Chinatown

Dari Masjid Jamae, saya kemudian berjalan menuju salah satu bangunan yang paling ikonik dan udah nggak asing di Chinatown, yaitu Buddha Tooth Relic Temple.

Kalau kamu pernah melihat foto-foto Chinatown Singapore, kemungkinan kamu udah familiar dengan bangunan berwarna merah yang megah ini.

Temple ini berada di tengah kawasan Chinatown dan arsitekturnya benar-benar menarik perhatian. Bahkan dari luar saja sudah kelihatan detail ornamen khas budaya Tionghoa yang membuatnya berbeda dari bangunan di sekitarnya.

Meskipun saya datang sebagai wisatawan dan bukan untuk beribadah, menurut saya tempat seperti ini tetap menarik untuk dikunjungi karena kita bisa melihat langsung keberagaman budaya dan sejarah Singapore.

Dan ini juga salah satu alasan kenapa saya suka jalan-jalan di Chinatown. Dalam jarak yang nggak terlalu jauh, kita bisa menemukan berbagai budaya dan tempat ibadah yang berbeda. Seru nggak sih?

3. Nakey Cafe — Ngopi dan Istirahat Sejenak

Okay, jadi setelah cukup banyak jalan kaki, tentu saja waktunya istirahat sebentar. Agak melipir masuk ke Trengganu St.

Saya mampir ke Nakey Cafe untuk melepas dahaga dan menikmati suasana cafe yang lebih santai. Di sini saya pesan 2 minuman juice yang menyegarkan bareng teman saya: Tropical Sunrise & Virgin Pina Colada.

Menurut saya, cafe stop seperti ini penting banget kalau sedang traveling. Selain bisa duduk sebentar dan mengistirahatkan kaki, kita juga bisa menikmati suasana sekitar tanpa harus buru-buru mengejar destinasi berikutnya.

Chinatown sendiri punya banyak sudut yang menarik untuk dieksplor. Jadi setelah ngopi, kamu bisa lanjut lagi jalan kaki sambil menikmati suasana jalanan dan bangunan-bangunan di sekitarnya.

4. Segar Restaurant — Makan Siang Halal

Nah, ini salah satu part yang paling penting buat semua traveller dan umat manusia di bumi: MAKAN.

Untuk makan siang, saya mampir ke Segar Restaurant, restoran yang udah halal-certified, lokasinya ada di Chinatown Point.

Setelah jalan kaki cukup jauh, rasanya memang paling enak kalau sudah menemukan tempat makan yang nggak perlu bikin kita was-was soal makanan.

Menu yang ditawarkan juga cukup beragam, jadi bisa jadi pilihan kalau kamu sedang mencari tempat makan halal di sekitar Chinatown. 

Kali ini kami pesan beberapa menu: Black Pepper Beef, Beef With Dried Chili, 2 Nasi Putih, Iced Lemon Tea, Thai Milk Tea. 

Serba daging karena jalan-jalan butuh tenaga ya, wak. WKWKWK.

Buat rasa ini oke banget kok, micin-micinnya juga kerasa walau pun nggak se-strong kayak makanan Indo. Hahaha. Porsinya juga nggak pelit dan saya cukup kewalahan ngabisinnya kemarin. Tapi akhirnya habis juga kok, masa iya daging seporsi 200rban nggak dihabisin kan berdosa banget saya.  

Bisa dibilang salah satu keuntungan mengeksplor Chinatown adalah kita nggak harus keluar jauh dari kawasan ini untuk mencari makanan halal. Jadi itinerary-nya bisa dibuat lebih santai dan nggak terlalu banyak waktu habis di perjalanan.

5. Mei Heong Yuen Dessert — Jangan Lupa Yang Manis-Manis!

Kalau sudah makan, tentu belum lengkap tanpa dessert. AHAHAHA BISA AJA NIH 

Saya kemudian mampir ke Mei Heong Yuen Dessert, salah satu tempat dessert yang cukup legendaris di Chinatown. Tempat ini terkenal dengan berbagai pilihan dessert khas Asia, termasuk snow ice yang teksturnya lembut dan cocok banget dinikmati setelah makan.


Buat saya pribadi, dessert stop seperti ini justru sering jadi salah satu bagian paling menyenangkan saat traveling. Nggak harus selalu makan besar, kadang duduk sebentar sambil menikmati sesuatu yang manis sudah cukup untuk mengisi energi sebelum lanjut jalan-jalan.

Dan karena Chinatown punya banyak pilihan kuliner, kamu bisa menjadikan dessert ini sebagai penutup sebelum lanjut mengeksplor area sekitar.

6. Ann Siang Hill & Erskine Road — Jalan Santai Sambil Hunting Foto

Setelah puas makan dan menikmati dessert, saya melanjutkan perjalanan ke Ann Siang Hill dan Erskine Road.

Kalau kamu suka hunting foto, area ini menurut saya wajib banget masuk itinerary.

Sepanjang di jalanan ini dipenuhi deretan shophouse dengan arsitektur yang cantik dan warna-warni. Suasananya juga terasa berbeda dari Chinatown yang ramai di area utama.

Di sini saya lebih banyak menikmati perjalanan dengan berjalan kaki, melihat-lihat bangunan, cafe, toko-toko kecil, dan tentunya mengambil foto di beberapa sudut yang menarik. Singapore mau di mana pun lokasinya, even di jalan raya nya aja, semuanya tetap aesthethic. 



***

So, kalau kamu cuma punya waktu terbatas di Singapore, Chinatown bisa menjadi salah satu kawasan yang menurut saya sayang untuk dilewatkan. Apalagi kalau kamu Muslim traveller dan ingin itinerary yang praktis, kawasan ini cukup nyaman karena dalam satu area kamu bisa mendapatkan banyak pengalaman sekaligus.

Kurang lebih, itinerary-nya bisa seperti ini:

Pagi:
Masjid Jamae → Buddha Tooth Relic Temple

Siang:
Nakey Cafe → Segar Restaurant

Sore:
Mei Heong Yuen Dessert → Ann Siang Hill & Erskine Road

Yang saya suka, itinerary seperti ini nggak terasa seperti sedang mengejar banyak tempat. Sebagian besar bisa dilakukan dengan santai berjalan kaki aja, jadi kamu bisa menikmati suasana Chinatown sambil berpindah dari satu tempat ke tempat lainnya. Bonusnya, selama jalan kaki di area ini, saya menemukan banyak mural lucu dan aestethic khas Chinatown yang sayang kalau nggak diabadikan. 

Chinatown Singapore, Muslim-Friendly dan Seru untuk Dieksplor!

Sebelum datang ke Chinatown, saya sendiri nggak menyangka kalau ternyata bisa menemukan kombinasi seperti ini dalam satu kawasan: sejarah, budaya, tempat ibadah, kuliner halal, dessert, cafe, sampai spot foto.

Sebagai Muslim traveller, hal yang paling saya apresiasi tentu saja adalah kemudahan menemukan tempat untuk beribadah dan pilihan makanan halal. Tapi di luar itu, Chinatown juga menawarkan pengalaman yang jauh lebih berwarna.

Jadi kalau kamu sedang merencanakan trip ke Singapore dan bingung mau eksplor area mana dulu, coba sisihkan setidaknya satu hari aja untuk eksplor Chinatown. Siapa tahu nih, kamu malah menemukan banyak tempat menarik yang sebelumnya nggak ada di itinerary.

Kalau kamu sendiri, spot favorit di Chinatown Singapore yang mana?

Share yuk di kolom komentar. ✨

Versi videonya bisa kamu lihat di sini:



Cheers,

Nessa



You Might Also Like

0 comments

Hi, thank you so much for stopping by. Let's connected!

- nesa -

TikTok

Instagram

Facebook Fanpage

Subscribe