Akhirnya ke Singapore Lagi Setelah 7 Tahun!

Januari 25, 2026

Larasatinesa.com - Membuka postingan pertama di tahun 2026 ini dengan recap cerita 2025. Hahaha!

Sesuai judulnya, saya mau cerita kalau saya akhirnya ke Singapore lagi setelah 7 tahun berlalu. Tahun 2025 lalu, saya ke Singapore 2x di awal dan sebelum akhir tahun. Dan lucunya semua dalam rangka: KERJA. Teruuss.. kalau kalian mau tahu pun, waktu saya pertama kali ke Singapore di tahun 2018 itu juga ada urusan kerjaan. Bisa dibilang tiap ke Singapore tuh di-endorse. Alhamdulillah.. 🙏


Kalau boleh jujur, di antara perjalanan ke Singapore kemarin, yang paling meriah itu perjalanan saya waktu akhir November 2025. Saya di Singapore kurang lebih 6 hari dan ditutup dengan Nonton Konser Blackpink Day 3 (GRATIS LAGI WOY DIBAYARIN KLIEN! 🥳) udah gitu saya dapat kesempatan (lagi) buat backstage tour sebelum Lisa, Jisoo, Jennie, Rose manggung. Terus dapat official merchandise Blackpink by YG. AAAKKKKKK.. Beneran nggak ekspek karena saya kan bukan BLINK (sebutan fans BP) dan ini adalah konseran pertama saya seumur hidup. Huhuu.. merinding banget! 😭✨

Maap pas konsernya cuma ada video doang. 🤣

Tapi, walau pun emang judulnya kerja, saya tetap menikmati momen-momen selama di sana. Saya sempatkan untuk mengaggumi betapa modern dan nyamannya jalan-jalan di Singapore. 

Emang sih, Singapore itu dekat dari Indonesia, tapi vibe-nya bener-bener beda dan kerasa banget luar negerinya. Sampai saya bisa notice beberapa hal tentang negara mungil ini:

Air Minum di Singapore Mahal

Salah satu hal yang langsung kerasa dari hari pertama: air mineral mahal. Beli air mineral botol kecil bisa kena harga yang kalau dikonversi ke rupiah lumayan bikin mikir dua kali, harganya sekitar Rp.30.000-Rp.50.000. 

Kebayang habis berapa botol tuh kalau lagi jalan seharian, bakalan kepanasan dan haus terus. Selama di sini, saya bawa botol minum sendiri dan isi ulang di tempat umum yang menyediakan water refill gratis (di Singapore lumayan banyak). Dan kalau bisa sebelum mulai jalan, isi dulu airnya di hotel tempat kamu menginap. Emang kelihatannya sepele, tapi efeknya besar buat budget harian guys!

Eskalator: Kiri Berdiri, Kanan Jalan

Ini culture shock klasik tapi penting. Di Singapore, eskalator punya “aturan tak tertulis”: kiri buat berdiri stay, kanan buat yang jalan cepat alias buru-buru. Dari sini saya sadar, di kota ini semua serba menghargai waktu orang lain.

Semua Orang Jalan Cepat

Singapore bukan kota buat jalan santai sambil bengong. Hampir semua orang jalan cepat, fokus, dan kelihatan tahu mau ke mana. Pas saya jalan agak pelan sambil buka maps, rasanya langsung jadi “yang paling lelet sedunia”. Tapi lama-lama kebawa juga ritmenya. Entah kenapa, suasana kota bikin kita ikut lebih sigap. Nggak heran sih, hari-hari saya di sini bahkan bisa jalan kaki sampai 20 ribu langkah! 😄

Transportasi Umum Itu Sunyi

Naik MRT di Singapore itu sensasinya beda. Semuanya terintegrasi, suasananya tenang, hampir nggak ada suara obrolan keras atau telepon. Semua sibuk dengan dunianya masing-masing. Yang harus diperhatikan juga, di sini tersedia kursi prioritas khusus orang tua dan ibu hamil. Terus selama di MRT kita nggak boleh makan dan minum ya.

Selama di sana, saya udah lumayan bisa membaca rute MRT semua line, dan bahkan bisa cari jalur alternatif lebih cepat dari maps yang ditunjukkan. Kayaknya sih karena kemarin rute green line lagi maintenance, jadi mau nggak mau saya wajib paham sama rute-rute lainnya.

Tertib dan Taat Aturan

Hal kecil kayak nyebrang jalan, atau buang sampah benar-benar diperhatiin. Walaupun jalanan kosong, orang tetap nunggu lampu hijau untuk jalan lho. Terus tempat sampah selalu dipakai sebagaimana mestinya. Disiplin ini bukan karena takut, tapi kayak udah jadi kebiasaan kolektif. Dan jujur, sebagai traveler saya kagum banget, ini bikin perjalanan terasa lebih rapi dan aman.

Makan Cepat, Tapi Tetap Enak

Makan di Singapore itu efisien. Datang, pesan, makan, lalu pergi. Hawker center ramai tapi teratur, dan orang jarang berlama-lama buat nongkrong. Awalnya kaget karena nggak ada budaya duduk lama sambil ngobrol panjang, tapi lama-lama ngerasa praktis. Fokusnya jelas: makan enak, kenyang, lanjut aktivitas.

Antri adalah Budaya Hidup

Antri di Singapore bukan sekadar sopan santun, tapi udah jadi gaya hidup. Mau naik MRT/Bus, beli makanan, atau pakai lift, semua teratur. Hampir nggak pernah lihat orang nyerobot deh di sana. 

Multikultural Tapi Tetap Rapi

Singapore itu penuh keberagaman bahasa, budaya, kebiasaan. Kalau kamu perhatiin pas naik MRT pun announcement-nya mereka pakai 4 bahasa: English, Mandarin, India dan Melayu. 

Karena saya kemarin stay di Chinatown, saya merasakan hal itu. Dalam satu area ada beberapa bangunan bersejarah lintas agama: Islam, Hindu, dan Buddha. Tapi semuanya terasa rapi dan saling menghormatiPerbedaan hidup berdampingan dengan tenang, dan sebagai orang luar, rasanya diterima tanpa harus menyesuaikan diri secara berlebihan di sini.

Nah, buat yang nggak lancar berbahasa Inggris tenang aja, karena di sini orang-orangnya bisa bahasa Melayu. At least miriplah sama bahasa Indonesia. Jadi gampang deh berkomunikasi di sana. 

Banyak Tempat Aesthetic & Gratis

Setuju nggak kalau saya bilang Singapore ini negara yang aesthetic? Even di jalan rayanya aja cantik apalagi bangunan-bangunannya. Huhu. Di sini banyak banget spot gratis yang bisa dikunjungi, mulai dari Changi Airport, Marina Bay Sands, Gardens by The Bay, Singapore Botanic Gardens, Marina Barrage sampai Merlion Park

Dulu ya waktu saya pertama kali ke Singapore itu patung singa Merlion-nya lagi maintenance dan ditutup, tapi kemarin saya akhirnya berjodoh sama patung ikonik itu. Saya abadikan momen (((beliau))) di siang dan malam hari sebagai bentuk napak tilas, kamera jadul saya yang umurnya udah hampir 10 tahun ini akhirnya bisa memotret Merlion dengan cantik.

Alhamdulillah jadi beneran berasa ya ke Singapore-nya. Hahaha!

Merlion Park 2018 | Lagi Maintenance 🥲

Merlion Park, Nov'25 | Diambil dari kamera jadul yang sama seperti di 2018

Nah, kalau kalian mau ke Singapore, better dicek dulu jadwalnya sama merlion pas lagi maintenance. Karena mereka udah ada jadwal gitu tiap tahunnya. CMIIW. Biasanya mereka akan maintenance sebelum Hari Raya Imlek, selebihnya bisa cari tahu sendiri ya. 😌

***

Di 2026 ini, saya belum punya rencana ke mana-mana sih. Saya juga saat lagi fokus buat memulai hidup tinggal di Bali. (Mungkin nanti kalau nggak mager bakalan saya ceritain juga di sini). 😆

Biarlah ngalir aja dulu ya. Tapi saya ikhlas banget kok kalau sebulan sekali bisa ke Singapore. Asal dibayarin (lagi) ... Hahaha! 🤣

Cheers,

Nessa


You Might Also Like

0 comments

Hi, thank you so much for stopping by. Let's connected!

- nesa -

TikTok

Instagram

Facebook Fanpage

Subscribe