Review Kindle 9 10th Generation (Bahasa Indonesia)

September 01, 2023

larasatinesa.com - Beberapa bulan lalu, saya akhirnya membeli Kindle 9 10th Generation. Nggak gampang memutuskan pindah haluan dari yang tadinya baca buku fisik ke elektronik ini. Butuh 1 tahun lamanya untuk meyakinkan diri kalau barang ini akan sangat berguna buat hidup saya ke depannya. 

Kindle 9 10th Generation by Amazon

For your information, Kindle adalah merek dari perangkat baca buku elektronik yang dikembangkan oleh perusahaan Amazon. Perangkat Kindle ini dirancang khusus untuk membaca buku dalam bentuk digital atau e-book

Memang sih, Kindle yang saya beli ini versi jadul dan tergolong paling murah di antara versi lainnya. Tapi saya udah merasa cukup punya Kindle ini, fungsinya sama aja kok untuk membaca, ditambah seri yang dibeli ini ada warna putih, incaran saya. Saya beli awal tahun 2023 dan pas dicek sekarang Kindle-nya udah habis di tokonya. Mungkin aja karena versi lama jadi nggak diproduksi lagi. 


Warna putihnya gemesin banget 😍

Kenapa akhirnya saya beralih ke Kindle?

  • Praktis & Hemat Tempat
Selama ini saya menyimpan semua koleksi buku pribadi saya di lemari susun tertutup yang ada di kamar. To be honest, saya nggak pernah menghitung berapa jumlah buku-buku tersebut. Jadi ketika membeli buku baru saya agak kewalahan menyimpannya karena lemarinya semakin penuh. Sampai-sampai nih, saya punya habit baru: ketika buku baru datang, berarti saya harus mendonasikan buku-buku lama saya ke orang lain. Jujur aja ini part sentimental banget, dari lubuk hati terdalam kadang saya nggak rela juga buku-buku saya itu pergi ke pemilik baru karena "Itu duit semua loh dulunya.." HAHAHA! Tapi di sisi lain, buku-buku saya jadi punya tempat baru. 

Intinya, semakin banyak membeli buku fisik, semakin banyak pula memakan tempat. Dan kalau terus-terusan diikutin sih, bisa-bisa saya bakalan beli lemari / rak buku baru yang juga pastinya memakan biaya. 

  • Perawatannya Mudah
Buku-buku saya memang disimpan di lemari tertutup. Tapi walau tertutup, bukan berarti nggak terkena debu ya. Ini jadi pe-er buat saya harus rajin membersihkan lemarinya. Berhubung saya nggak serajin Mbak Marie Kondo kalau beberes, jadi saya merasa effort sekali merawat buku-buku fisik. Apalagi kebiasaan saya nih kalau kelar baca buku, saya jarang lagi menyentuh buku tersebut dalam waktu yang lama, malah kadang lupa kalau punya buku itu. Bisa dipastikan buku saya bakalan berdebu, dan yang paling ganggu adalah kertasnya yang menguning. Udah kayak buku sejarah dari zaman Firaun deh bentuknya. 

Kalau bukunya dalam bentuk digital sih nggak ada perawatan khusus dan kemungkinan rusaknya minim juga. 


  • Minim Distraksi
Kenapa sih nggak beli tablet atau IPad aja, Nes? Kan jauh lebih canggih..

Asli deh, ini sempat kepikiran banget. Waktu itu malah saya lebih ingin beli IPad lho. Sebelum menyesal karena salah pilih, saya iseng bikin voting lewat IG Story sekalian ingin dengar alasan teman-teman saya kenapa lebih memilih barang tersebut. 

Salah satu teman saya bilang mending beli kindle aja soalnya minim distraksi karena memang khusus buat baca. Kalau tablet / ipad bisa menyimpan banyak aplikasi dan jelas bakalan muncul banyak notifikasi selama baca buku di sana, bisa-bisa saya nggak fokus dan malah terdistraksi sama aplikasi lain yang lebih menarik. 

  • Harga Buku Lebih Murah 
Kalau dihitung-hitung nih, harga buku digital lumayan lebih murah dari pada buku fisik. Ditambah beberapa situs menyediakan e-book gratis yang dapat kita unduh. Jadi kita bisa menghemat budget membeli buku. Kindle saya memang hanya 8GB, tapi dengan kapasitas segini udah bisa kok menyimpan ribuan file buku. 

Sampai sini paham dong kenapa akhirnya saya memutuskan membeli Kindle 9 ini.


First Impression Pemakaian Kindle 9 10Th Generation (with Ads)

FYI, pas Kindle-nya datang, saya super excited banget. Saya sempat juga tuh mengabadikan video unboxing Kindle-nya dan saya unggah di Tiktok

Jadi, bentuk dari Kindle ini memang mirip tablet, hanya saja Kindle ukurannya lebih kecil, beratnya lebih ringan dan fleksibel untuk digenggam hanya dengan satu tangan. Jadi, sama sekali nggak bikin tangan pegal-pegal, yagesya

Membaca lama lewat Kindle nggak bikin mata cepat lelah lho. Karena Kindle memang dirancang khusus untuk membaca, dengan layar sentuh bebas silau 167 ppi yang terbaca seperti kertas asli, bahkan di bawah sinar matahari langsung. Dan cahaya lampu depan (brightness) pada Kindle juga dapat disesuaikan agar kita bisa membaca dengan nyaman selama berjam-jam di dalam dan di luar ruangan, sepanjang hari. Sensasinya sama banget kayak kita lagi baca buku fisik biasa. Beda banget deh rasanya sama kita baca buku lewat smartphone / laptop yang pakai layar LED / LCD yang bikin mata cepat lelah.



Yang paling saya suka, daya tahan baterai pada Kindle juga tahan lama. Kindle baru benar-benar habis daya dan meminta di-charge setelah 6-7 hari setelah pengisian full baterai terakhirnya. Tapi kalau kamu durasi membacanya lebih lama, bisa jadi lebih cepat habis juga baterai-nya.

Kindle juga punya beberapa fitur yang memudahkan bagi penggunanya, di antaranya: bisa sorot bagian tulisan yang ingin di-quote / tandai, cari definisi, menerjemahkan kata yang nggak kita mengerti, dan bisa menyesuaikan ukuran teks-tanpa harus meninggalkan halaman.

Fitur dictionary (kamus)

Bisa menandai (highlight) kata / kalimat
Dan kayak yang udah saya sebutkan di atas. Membaca di Kindle nggak ada gangguan. Even, Kindle yang saya beli dengan ads (iklan). Yups, iklan di Kindle ini sebenernya nggak ganggu-ganggu banget kok. Apalagi yang diiklankan itu e-book (yang mungkin menarik juga buat kamu) yang hanya ditaruh di lock screen. Tapi karena saya kemarin dikasih seller-nya tutorial untuk menghilangkan ads-nya , jadi saya memilih dihilangkan aja deh. 😁

Hmm.. dari tadi kayaknya saya ngomongin kelebihannya semua ya. Tapi bukan berarti Kindle ini maha sempurna lho. Ada beberapa hal juga yang bisa dibilang Kindle nggak secanggih itu, di antaranya:
  • Kindle nggak seresponsif tablet pada umumnya alias lemot (delay) beberapa detik ketika kita melakukan perpindahan halaman, scrolling, meng-klik button menu yang ada di dalamnya, dll. 
  • Untuk Kindle 9 10th Generation punya saya ini karena versi lama dan paling murah jadi dia nggak punya fitur water resistance kayak generasi terbarunya si Paperwhite yang tahan dalam air 60 menit dengan kedalaman 2 meter. Tapi ini sama sekali nggak masalah kok, karena saya nggak mungkin juga sih baca buku dekat-dekat sumber air kayak kolam renang, pantai, dll.
  • Buat kamu yang anaknya visual banget, saya reminder ya kalau Kindle ini nggak berwarna. Macam kertas koran gitu deh. Kalau punya e-book yang punya banyak gambar, mending kamu simpan di tablet atau laptop aja deh. 😅
  • Kebanyakan e-book dalam bahasa inggris. Untuk fitur terjemahannya pun artinya pakai english. Sementara e-book berbahasa Indonesia masih terbatas alias masih jarang yang jual. Tapi lagi-lagi ini bukan masalah, karena niat saya beli Kindle ini untuk melatih kemampuan bahasa inggris saya. 👌
Untuk Kindle yang saya beli kemarin harganya Rp.1.479.000,- dan belinya di Shopee. Oh ya, Kindle juga sama kayak tablet, bisa dipakaikan aksesoris seperti: case, anti gores, dll. Sementara untuk membeli e-book-nya nggak harus di Amazon kok, kamu bisa beli di Google Books atau bisa download free  dari mana pun lalu convert ke format .epub atau .mobi ya.

Kira-kira gitu sih review Kindle 9 10th Generation. Siapa tau di sini ada yang lagi mempertimbangkan juga buat beli Kindle. Semoga bisa membantu ya artikelnya. 😆


Cheers,

Nesa

You Might Also Like

50 comments

  1. Wahh, lucu amat nih Kindle-nya mak :D Harga cukup terjangkau ya sesuai dengan manfaat dan keunggulannya. Membaca secara digital mengasyikkan juga. Jadi kepengen punya hehehe. Layar sentuh bebas silau ga membuat mata lelah saat membacanya. Ringan banget ya dan kayak tablet gitu bentuknya. Ga apa2 walau versi ini bukan water resistance, mak :D Cakep deh.

    BalasHapus
  2. buat yg hobi baca bangetttt biaaa nih beli kindle.

    aku sempat kepooo juga karena infonya seliweran di IG dan Fb.
    keren bgt yahhh

    BalasHapus
  3. waaah pencerahan buat penulis nih untuk buat buku cetaknya atau novelnya jadi ebook. soalnya skrg jaman digital ya. Baru tau kalau kindle itu memang spesialis buat baca. Bener juga kalau ipad, pasti ada aplikasi lain. Ga enak emang kalau baca ada notif2nya gitu. Tapi walau notifnya dimatiin, tetep aja kita suka ke distrac ama bunyi tang ting tung buat buka aplikasi lain kan.. xixixi

    BalasHapus
  4. Buku udah jadi PR nih di rumah. Numpuk 😅 berarti si Kindle sesuai dgn kebutuhan kamu nih Nes ya. Ada yg masuk, ada yg harus keluar biar nggak numpuk. Buku2 kertasnya jadi jadul kuning buluk malah di rumahku 😂 nuhun reviewnya ya nes, ku kira harga di bawah 1 jtan euy baru tau sgituan harganya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Yang lebih murah mungkin bisa cari alternatif ebook reader lain mbak hehe

      Hapus
  5. Review Kindle-nya membantu bangeet, Nes. Saya jadi punya niatan punya juga. Kan, lumayan bisa dipakai untuk baca-baca. Apalagi Kindle ini ringan dan gak bikin mata cepet lelah, mantaap, deh!

    BalasHapus
  6. Wow lengkap sekali ini pembahasannya tentang Kindle. Nambah informasi untukku yang gemar baca. Thanks Nesa

    BalasHapus
  7. Ini pilihan tepat biar bisa fokus baca buku tanpa terdistraksi gibah eh scrol sosmed dan lainnya. Karena isinya cuma buku kan si Kindle, kalau punya iPad lain cerita

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hahaha iyaa makanya aku lebih milih beli Kindle, tapi ipad juga perlu sih buat yang lain hehe

      Hapus
  8. kindle ini penampakannya memang enak buat baca online ya, Mba, terutama baca novel hehehhe. Apalagi era digital, karena aku gak kuat kalu baca pakai hape. Ini Kindle beneran mirik buku fisik penampakan hurupnya

    BalasHapus
  9. Ini impian banget, aku udah bolak-balik liat Kindle ini tapi belum kesampaian mau belinya, masih berhitung-hitung dulu padahal dengan satu perangkat ini aku bisa unduh dan beli banyak ebook, bacanya juga lebih nyaman layaknya buku biasa.

    BalasHapus
    Balasan
    1. semoga wishlist nya segera terealisasi ya mbak

      Hapus
  10. Mbaa, aku pengen punya dari dlu. Tapi maju mundur karena bacaan yang bisa dibaca hanya yang terbitan luar negeri saja ya ? Kalau mau baca Gramedia ebook gimana ya karena aku baca eboook dari sana. Thanks

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bisa kok, selain amazon. Tinggal kita tau setting-annya aja mbak

      Hapus
  11. Wah ada Kindle yang lebih ramah dikantong ya, boleh juga nih buat pelajar atau mak mak IRT yang, kalau pakai smartphone mata cepat lelah dan kabur karena kecil kecil tulisannya. Nah pakai Kindle solusinya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iyaa, dijamin anteng tanpa gangguan deh kalau baca Kindle hehe

      Hapus
  12. ih jadi rapi gitu dan fungsinya juga bermanfaat, btw aku baru tau lho ada Kindle ini hehehe ketauan ya jarang banget baca buku

    BalasHapus
  13. Wah, menarik banget ini mbk... Lebih praktis ya, bisa dibawa kemana mana dan tentunya isinya lebih banyak ya dibanding bawa satu buku hehee.. Suka banget sama warnanya, putih

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iyaa, makanya ini aku incer banget warna putihnya

      Hapus
  14. Beneran Nes, pas awal baca yang muncul di kepala adalah pertanyaan, kenapa gak sekalian pakai ipad atau tablet ajaa? Hmm untung baca smp akhir jadi paham deh benefitnya apa. beneran soall distraksi itu nyata adanya dan apa aja yg sedang kita kerjain bisa bubar dantanpa kita sadari kita sedanga sik scrooling media sosial huhhuhu

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kerasa yaah bedanya kalau pakai tab atau ipad

      Hapus
  15. Aku beberapa waktu ini gak beli buku karena merasa masih ada buku yang belum kebaca. Selama ini juga jarang baca buku elektronik. But, Kindle kayanya boleh juga. Catet dulu siapa tahu nanti pengen juga

    BalasHapus
  16. Mengoleksi buku, menaruhnya di lemari itu memang butuh effort pas sedang membereskannya. Saya juga merasakannya, Mbak.

    Apalagi ya, gak bisa langsung baca sekaligua. Kadang ada hal lain, naruh bukunya ngasal, jadi gak rapi deh. Pas dirapiin entah kapan.

    Bagus juga Mba Beli Kindle 9 10th Generation. Meskipun masih dalam bahasa Inggris, tapi bagus juga ya untuk melatih englishnya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bener mbak, sekalian belajar bahasa inggris yaa

      Hapus
  17. kalau baca e-book memang enaknya pakai tablet, ya. Apalagi saya mulai pakai kacamata gini. Udah gak betah banget deh berlama-lama lihat layar. Tapi, kalau ukuran layarnya gede kayak tablet bakal membantu banget, nih.

    BalasHapus
  18. Wah, ini pas banget buat yang suka baca ebook ya mbak
    Lebih hemat tempat dan gampang diakses juga

    BalasHapus
  19. Ya ampun, saya baru tau akan adanya kindle ini. Bagus emang nih warna putih. Menyenangkan pastinya bisa membaca dengan maksimal setelah menggunakan kindle ini ya
    Apalagi beli bukunya gak harus dari Amazon saja

    BalasHapus
  20. Memang lebih enak sih pakai Kindle, betul jadi lebih ringkas dan gak numpuk buku juga. Kalau di rumah yang sering pakai Kindle pak suami karena dia memang hobi baca. Dulu sebelum beli Kindle ini memang PRnya tumpukan buku setelah dibaca.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Paling sebel kalo udah lupa naruh terus udah kuning kertasnya :(

      Hapus
  21. Kebantu banget, Nesaa..buat review kindle nya.
    Karena aku juga mikir kenapa orang lebih milih kindle daripada tablet yang lebih banyak fiturnya. Ternyata ada banyak keistimewaannya terutama buat bookwarmer yaa.. Makin semangat membaca.
    Tapi aku selama ini bacanya di laptop sii.. Karena gramdig-ku bisa diinstal di laptop.

    BalasHapus
  22. Wah aku baru tau nih soal Kindle. Beda ya sama tablet atau ponsel biasa gitu. Desain dan warnanya cakep. Bikin makin betah baca pastinya :)

    BalasHapus
  23. Wow aku baru tahu ada yang namanya Kindle khusus untuk ebook. Menarik sih jadi bisa rajin baca buku ya. Sebagai orang yang gampang terdistraksi dengan medsos sepertinya Kindle lebih cocok juga untukku

    BalasHapus
  24. Sebenernya pengen sih nes, tapi memang aku lebih suka baca buku lokal drpd luar, itu yg bikin sampe Skr ga jadi2 beli kindle. 😅. Kecuali kindle dah banyak penulis Indonesia, mungkin baru mau.

    Bukannya ga suka buku luar, penulis fav ku juga luar, tapi kebanyakan semua bukunya udh aku beli 🤣🤣🤣. Kayak Sidney Sheldon, jk rowlings, Hitchcock, etc. Sementara penulis baru, aku blm Nemu banyak yg klik. Makanya beralih ke penulis Indonesia yg ternyata banyak juga yg bagus Skr ini 😁.

    Tapi ntr deh, aku mah bisa aja berubah pikiran 🤣. Skr bilang blm butuh, kali aja besok tiba2 mau wkwkwkwkwk

    BalasHapus
    Balasan
    1. Eh, iya. Padahal Kindle ini cocok buat Mba Fanny yang hobi baca. Nanti aja belinya kalau udah bener-bener butuh yaa.

      Hapus
  25. Pernah nyoba juga saya member di kindle mbak, hanya saya enggak betah juga ternyata lama-lama baca lewat platform begitu ya, masih suka dengan buku fisik gitu heh

    BalasHapus

Hi, thank you so much for stopping by. Let's connected!

- nesa -

Twitter

Instagram

Facebook Fanpage

Subscribe