Dear Dini

Maret 14, 2017

Teruntuk Dini..

Sekarang aku baru betul-betul menyadari kenapa manusia begitu ingin mengulang hidupnya kembali. Aku pun sama, kalau pun bisa, ingin mengulang waktuku bersamamu.



Source : unsplash.com
Bagaimana bisa kehilangan kali ini terasa menyakitkan buatku, padahal sebelumnya aku sudah mengalami kehilangan yang menurutku sudah begitu hebat.

Aku tahu kamu bukan menghilang. Kamu hanya sedang menunggu disuatu tempat yang indah, yang nantipun aku dan yang lainnya akan kesana. Aku juga tahu kamu pasti disana sedang tersenyum karena menyadari bahwa banyak yang menyayangimu selama ini.

Malam ini aku mengingat kembali semua yang pernah kita lalui bersama. Walaupun sebentar, tapi kita pernah sama-sama saling menguatkan dan mendoakan. Aku pernah jatuh, kamupun begitu.

Waktu itu kamu bilang, kalau kamu tidak pernah sedikitpun ingin marah pada Tuhan. Ini sudah menjadi ketetapan-Nya dan kamu harus ikhlas. Kalau kamu tidak kuat dengan ini semua, lalu bagaimana dengan orangtuamu, kamu tidak mau mereka bersedih karena ini kan?

Kamu ingat tidak pernah bilang begini padaku : "Aku bangga sama kamu. Kamu itu lebih kuat daripada aku.. " saat itu juga aku menangis karena aku tahu cobaan yang aku rasakan kemarin tidak ada apa-apanya dibandingkan dengan penyakit yang sudah 3 tahun kamu derita. Bisa-bisanya kamu mengatakan itu disaat sedang begini.

Aku tahu kamu lelah, depresi, bahkan rasanya ingin menyerah saja waktu itu. Tapi Tuhan ingin melihat perjuanganmu dan merahmatimu untuk menggugurkan dosa-dosamu.

Sampai akhirnya hari itu Tuhan bilang kamu harus pulang. Hari yang membuatku masih tidak percaya bahwa kamu sudah tidak lagi ada didunia ini. Dan aku masih berharap itu hanya berita bohong.

Lalu sekarang siapa lagi yang akan menyemangatiku? Kamu curang ya, aku sekarang jadi berjuang sendirian :'(

Sampai ketemu lagi nanti ya. Kamu sekarang sudah tidak akan kesakitan lagi. Aku yakin kamu pasti sudah bahagia disana.

Aku janji akan membuat kamu bangga disana. Aku janji akan bahagia disini. Dan aku janji akan selalu mendoakanmu disetiap sujudku.

Maafkan aku ya, belum bisa jadi teman yang baik selama ini. Aku beribu-ribu kali lebih bangga padamu. Aku bersyukur bisa mengenalmu di Dunia ini. Di kehidupan berikutnya nanti, janji ya jadi temanku lagi!

Hello again, Dini :')

Rest in Love, my dearest friend.

Dini Puspasari
15 Juni 1990 - 27 Februari 2017


With Love,
Nesa

You Might Also Like

16 komentar

  1. Al-Fatihah untuk Dini :) sabar ya kakah

    BalasHapus
  2. Aku pernah kehilangan sahabat SMA, beliau meninggal kecelakaan saat mau pulang kuliah, sedih banget deh semoga Almarhumah teman-teman kita dapat tempat terbaik di sisiNya aamiin

    BalasHapus
  3. turut berduka cita ya mbak :(

    BalasHapus
  4. Semoga almarhumah khusnul khotimah yaaa..

    BalasHapus
  5. Turut berduka cita, Nes. Kalau baca tulisan tentang yg meninggal, selalu kepikiran. Nanti kalo aku mati, apa masih ada orang yang mengingatku? :(((

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya teh, aku juga sama suka mikir gitu :((

      Hapus
  6. Al Fathihah. Setidaknya Dini sekarang udah nggak sakit lagi ya. Moga dilapangkan jalannya menuju surga :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, soalnya emang 3 tahun ini dia cuci darah terus lihatnya aja capek, gimana jalaninnya kemarin :(
      Aamiin, thanks Mba Nit :')

      Hapus
  7. Cuma bisa ikut mendoakan, semoga Dini khusnul khatimah :)

    BalasHapus
  8. Selalu merinding kalau baca kayak beginian.
    Semoga bahagia di sana ya, Mbak, untuk Mbak Dini.

    BalasHapus

Terimakasih sudah berkunjung. Mohon untuk berkomentar yang sopan, tidak menuliskan link hidup, dan tidak menyudutkan pihak manapun ya. Insya Allah saya akan berkunjung balik ke Blognya :)

Twitter

Instagram

Facebook Fanpage

Subscribe