Birthday Short Trip (Malang-Batu-Bromo)

02.16.00

Kalian kalau dikasih hadiah pasti senang kan? Kayak kemarin di akhir bulan Mei saya dapat hadiah jalan-jalan gratis ke Malang dari lomba menulis yang saya ikuti. Betapa senangnya saya karena baru kali ini saya dapat hadiah liburan gratis. Saya pun excited menunggu hari itu tiba. Rupanya liburan saya kali ini akan dilakukan di awal bulan Juni sebelum puasa Ramadhan. Oh this my birthday!


Singkat cerita saya pergi menggunakan Kereta Api (as always) Malabar Ekspress untuk menuju Kota Malang. Saya beneran nggak nyangka akan secepat ini bisa kembali lagi ke Malang dalam selang waktu kurang dari 3 bulan  terakhir saya backpacker-an itu. Saya pergi dari Stasiun Kiaracondong Bandung menuju Stasiun Malang Kotabaru. Jujur saya agak kecewa dengan Kereta Api Malabar yang saya naiki kemarin. Jadwal keberangkatan telat hampir 1 jam dan transit di beberapa stasiun juga kelewat lama banget, beneran deh nggak sesuai dengan yang sudah ditetapkan. Berantakan. Dan berujung terlambat sampai di Malang. Yang seharusnya sampai jam 9 pagi, saya harus menerima kenyataan sampai di jam 10.30 pagi. Saya sebagai customer kecewa berat.. Ditambah nggak enak sama pihak panitia, travel, dan teman sesama pemenang yang udah nungguin saya dari jam 9 pagi di stasiun. Semoga keluh kesah saya ini nantinya bisa diperbaiki oleh perusahaan Kereta Api Indonesia kedepannya, ya..

Kucing gawl se-Kiaracondong
Setiba di Stasiun Malang , saya disambut oleh Mas Mukti (panitia lomba dari Wovgocom) dan Irfan (sesama pemenang). Dan nggak lama datanglah Mas Dani (Travel dari Pilotbumitrans) yang akan menjadi guide sekaligus memfasilitasi kami selama liburan. Senang sekali rasanya bisa kembali ke Malang. Kami pun diantar menuju Adel's Guest House (yang masih berlokasi di Kota Malang) untuk istirahat sebentar lalu mempersiapkan petualangan kami yang pertama. 

Yeay! Sampai Stasiun Malang!
Adel's Guest House Dini Hari

Tempat pertama yang saya kunjungi adalah Air terjun Coban Rondo atau yang dikenal dengan Coban Rondo Waterfall yang ngehits banget se-medsos raya. Tempatnya di Kota Batu.  Hari itu lumayan banyak pengunjung yang datang. Kami disambut oleh aksi monyet-monyet lincah di sepanjang pintu masuk. Namanya juga ke tempat wisata air terjun ya, pasti basah-basahan. Berhubung kesiangan datang dan cuacanya mulai mendung sendu gitu, akhirnya kami memutuskan untuk melanjutkan perjalanan ke tempat wisata berikutnya. 

Anaknya bahagia banget lihat air terjun
Dan perjalanan pun berlanjut ke tempat kedua. Rasanya ini dejavu.. Belum ada 3 bulan saya akhirnya bisa kesini lagi. Museum Angkut yang tempatnya instagram-able ini nggak bakalan pernah bikin saya bosan, sumpah nggak akan nolak berkali-kali kesini apalagi jalan-jalannya diendorse kek gini. Saya nggak melewatkan kesempatan ini begitu saja, saya langsung explore area museum yang masih bikin saya penasaran dari waktu awal saya kesini. Tapi sesuatu telah terjadi, area pecinan yang jadi spot favorit saya yaitu miniatur kantor pos jaman dulunya sudah berubah. Yang tadinya berkesan jaman dulu dengan cat oranye, sekarang berubah jadi bercat putih. Entah apa alasannya, yang jelas tempatnya jadi aneh dipakai untuk berfoto. Esensi vintage-nya jadi berasa kurang aja gitu. Emang ya, yang pertama tuh jauh lebih indah rasanya #halah


Hello, Im back!
Dua jam dirasa cukup untuk meng-explore museum angkut, begitupun waktu sudah menunjukkan pukul 6 sore. Kami harus melanjutkan perjalanan ke BNS (Batu Night Spectacular). Akhirnya kesampaian juga yaa kesini. Lihat lampion-lampion warna warni dan naik wahana-wahana yang unik. Saya bukannya nggak menikmati waktu di BNS ini. Mungkin karena perjalanan saya yang hectic dari Bandung-Malang langsung jalan-jalan belum istirahat ini, bikin saya kelelahan. Untungnya pihak Pilotbumitrans membatasi kunjungan kami disini hanya sampai pukul 8 malam saja karena harus istirahat untuk perjalanan Midnight Bromo jam 1 dini hari nanti. 


Lampion at BNS (Batu Night Spectacular)
Jadi jam 2 dini hari kami dijemput dipenginapan untuk menuju Gunung Bromo. Saya cuma istirahat 3 jam dan langsung persiapan check out karena sesudah pulang dari Bromo, sorenya saya sudah harus pulang ke Bandung. Saya agak lupa rute yang dilalui, karena masih gelap dan juga ngantuk. Yang jelas rute yang kami lewati adalah rute dari Wonokitri, jalurnya memotong jalan, yang biasanya dilewati para pendaki. Saya baru tahu kalau Gunung Bromo dan Semeru itu satu area dan letaknya di antara Pasuruan dan Probolinggo. Maafkan ketidaktahuan saya ya.. Perjalanan ditempuh selama kurang lebih 2 jam. Persiapan kami untuk melihat sunrise di view point penanjakan Bromo akan dimulai. Sebelumnya kami memasang semua keperluan terutama kaus kaki, kupluk, sapu tangan, jaket (2 lapis), syal, dan kamera pastinya. Dinginnya beneran nggak santai, mirip-mirip udara di Ciwidey sih. Beruntunglah saya tinggal di Kota yang juga dingin. Jadi nggak kaget-kaget banget. Jadi saat itu kami berkesempatan untuk meng-explore 6 view point ; Penanjakan 1 (Sunrise View Point), Bukit Cinta, Bukit Kingkong, Padang Savana (Bukit Teletubbies), Kawah Bromo, Lautan Pasir (Pasir Berbisik).

Sebelum ke penanjakan 1 kami sarapan dulu, karena akan repot nantinya kalo nggak sarapan. Udah diatas kan jauh darimana-mana. Lalu setelah itu kami naik mobil jeep menuju penanjakan. Perjalanan ditempuh kurang lebih 1 jam. Demi mengejar sunrise jam 5.15 kami rela kok ngantuk-ngantukan gini. Rupanya waktu sampai di penanjakan sunrise view point Bromo, kami melihat banyak sekali wisatawan yang sudah menunggu. Walaupun weekday ternyata ramai juga ya, begitu pula dengan turis asing yang ganteng-ganteng tapi pada bawa monyetnya sudah berjajar dibarisan depan. Saya pun nggak mau ketinggalan untuk menerobos gerombolan orang-orang itu. Pokoknya eikeuh harus jadi yang terdepan gimanapun caranya! Hahaha.

Waiting for sunrise

Good morning from Sunrise Girl
Subhanallah.. ini pengalaman pertama saya lihat sunrise di Gunung. Saya nggak peduli kalo saya norak dan ketinggalan jaman, yang penting semesta ini keren banget. Sungguh indah ciptaan-Mu ya Rabb.. Sesudah sunrise, gunungnya jadi kelihatan tuh si Bromo dan kakaknya si Semeru, bener-bener deh kayak lukisan alam yang terpampang nyata. Sejujurnya saya agak parno karena sebelum pergi sempat melihat berita tentang Gunung Bromo yang sedang erupsi dan statusnya dinyatakan waspada. Tapi kemarin itu nggak terjadi apa-apa kok, tempat yang kami kunjungi pun masih aman. Hanya saja area kawah ditutup demi keamanan dan keselamatan para pengunjung. Dan lagi-lagi saya bersyukur bisa melihat langsung bagaimana si Gunung ini mengeluarkan abu vulkanik alias erupsi yang biasanya saya cuma bisa lihat di tv doang. 

Lagi Shooting FTV nih judulnya : Cantik-cantik kuncen Gunung Erupsi
Fokus aja sama gunungnya, ya. Iya.
Padang Savana Taman Nasional Bromo Tengger
Sesudah puas menikmati sunrise dan mengambil beberapa foto kece, kami melanjutkan untuk turun kebawah untuk lebih dekat dengan gunungnya. Dengan menggunakan jeep lagi kami bergegas turun ke area lautan pasir untuk menikmati view point yang berikutnya. Perjalanan menuju bawah pun kurang lebih memakan waktu 1 jam. Saya pikir dekat lho dari penanjakan ke bawah.. Nggak taunya salah besar! Hahaha..  Oh ya untuk yang ingin mengelilingi Bromo menggunakan kuda juga bisa ya, karena saya mah anaknya nggak percayaan sama orang apalagi sama binatang yang sebelumnya saya nggak kenal jadi nggak naik. 
Ahelah, mau bilang takut kuda aja ribet banget hidup lo, Nesa!

Bukit Teletubbies.. Subhanallah..
So far.. Ini perjalanan singkat yang menyenangkan. Mengunjungi tempat baru, suasana baru, dan bertemu dengan orang-orang baru pastinya. Rasa lelah saya terbayar sudah ketika melihat semua pemandangan yang indah. Ditambah traveling kali ini bertepatan dengan ulang tahun saya. Saya anggap ini sebagai kado terindah sepanjang ulang tahun yang pernah saya rayakan. Saya pulang dengan bahagia. My God its so kind!

Birthday celebrate from Penanjakan 1 Gunung Bromo!
Saya ingin mengucapkan terimakasih yang sebesar-besarnya pada pihak Wovgo dan juga Pilotbumitrans yang sudah memberi kesempatan sekaligus memfasilitasi saya selama berada di Malang. Khusus untuk pihak Pilotbumitrans, Mbak Ayu dan Mas Dani terimakasih untuk hadiah ulang tahunnya. Pelayanannya bagus dan sama sekali nggak mengecewakan. Sekadar bocoran, Pilotbumitrans punya spot rahasia di Bromo yang nggak dimiliki oleh jasa travel-travel lain. Pokoknya nggak akan nyesel deh. Untuk kalian yang ingin atau akan berwisata ke Malang dan Sekitarnya saya rekomendasikan untuk pakai jasa Pilotbumitrans ya, Dijamin puas, ini beneran bukan pereuzz! Yuk Mari..

Baca Juga : Pesona Taman Bunga Selecta dan Alun-Alun Kota Wisata Batu (Malang Trip End Part)


Hae!

Well..
See you on the next trip.

Cheers,
Nesa

You Might Also Like

10 komentar

  1. Wah seru banget ya.... kapan ya bisa ke Bromo.. hihi...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ayo ke Bromo mbak, pemandangannya indah semua hihi

      Hapus
  2. Wah... seru! Sukaaaa banget kalo traveling naik kereta. Pengen deh bisa kayak gitu lagi. Mungkin nanti kalo anak-anak udah gede. :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Naik keretanya yang kelas bagusan ya teh biar gak sakit pinggang kayak aku hihi.. Ayo ke bromo sama keluarga teh, seru banget :D

      Hapus
  3. wah seru sekali ya, naik kereta pula, perjalanan yang seru

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kalo rame-rame lebih seru mba, saya kemarin sendiri dan keretanya delay jadi agak sebel dikit. Untung terbayarkan sama seru liburannya hehe

      Hapus
  4. Kenapa aku kemaren ngga ke coban rondo?? #salahkanAbah trus kok kayaknya poto2 Nessa lebih cetar hahahhaha #rumputtetanggalbhhijau XD

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hahaha Abah selalu salah, balik lagi ke Batu ica kali Mih..
      Ini semua pake SLR fotonya mih, mayan lah muka pas-pasan akoh bisa kebantu jadi bagusan dikit :))

      Hapus

Terimakasih sudah berkunjung. Mohon untuk berkomentar yang sopan, tidak menuliskan link hidup, dan tidak menyudutkan pihak manapun ya. Insya Allah saya akan berkunjung balik ke Blognya :)

Twitter

Instagram

Facebook Fanpage

Subscribe