Seperempat Abad

Juni 05, 2015

Tidak ada lilin, tidak ada kue, apalagi sebuah perayaan khusus.
Semakin tua ulang tahun terasa biasa saja ya. Ah.. apa memang hanya saya yang merasa begitu?
Dua puluh lima tahun yang lalu ada sepasang suami istri yang berharap semoga kelak saya menjadi anak perempuan yang tangguh, membanggakan dan memberi kebahagiaan untuk semua orang.
Tapi pada kenyataannya semua tidak seindah harapan.
Pada akhirnya di titik ini saya bisa merasakan hidup menjadi dua puluh lima tahun. Dua puluh lima tahun yang melelahkan, penuh perjuangan, dan air mata. Tahun kemarin menjadi tahun yang berat untuk saya, dan satu-satunya jalan terbaik adalah memulai hidup baru dengan melupakannya.

Saya pernah terlalu banyak berharap hingga akhirnya jatuh sejatuh jatuhnya. Dan kalian tahu, itu butuh perjuangan yang berat untuk bisa berdiri lagi seperti sekarang. Saya tahu dulu itu terlalu ngeyel dan terlalu memaksakan. Jadi sekarang saya pasrahkan hidup saya untuk-Nya.     

Seperempat abad..
Semoga semua baik-baik saja..

image source in here

-Neisia-

You Might Also Like

0 komentar

Terimakasih sudah berkunjung. Mohon untuk berkomentar yang sopan, tidak menuliskan link hidup, dan tidak menyudutkan pihak manapun ya. Insya Allah saya akan berkunjung balik ke Blognya :)

Twitter

Instagram

Facebook Fanpage

Subscribe