The Imaging Possessive (Kisah Lani dan Bona).

23.50.00

Ada banyak cara untuk mempertahankan eksistensi seseorang di dunia ini. Salah satunya dengan cara pamer.
Pamer adalah suatu kegiatan yang secara sengaja dilakukan untuk menunjukkan kelebihan diri. Pamer adalah hak semua manusia. Mau pamer berbentuk kekayaan, kekuasaan, ke-terkenal-an, kesempurnaan wajah  atau kemesraan sekali pun.

Sosial media yang marak saat ini tentu sangat mendukung untuk kegiatan pamer tersebut. Saya juga terkadang masih melakukannya kok, hanya saja saya sekarang menyadari kalau ada batasan yang harus dimengerti. Nggak semua orang harus tahu tentang hidup kita, terlebih masalah pribadi. Oke akhirnya -jiwa-kepengen-jadi-artis-kayak-dulunya-udah-ilang :))

Saya ingin bertanya, apakah pamer kemesraan terlebih di sosial media itu perlu?

Perempuan mana yang tidak suka dimanja oleh pasangannya? terlebih pasangannya itu romantis, puitis dan sering mengirimi kata-kata cinta untuk sang kekasih. Saya sering melihat orang-orang yang mengumbar kemesraan seperti ini di sosial media facebook dan twitter. Entah apalah maksudnya. Yang jelas saya iri pasangan saya nggak romantis kayak orang-orang #yeegitu :))

Dan salah seorang teman yang -tadinya saya syirikin tapi sekarang nggak jadi disyirikin- mengungkapkan suatu kebenaran yang bikin saya dengerinnya pasang muka straight face emoticon di Blackberry Messanger sepanjang dia cerita. Teman saya namanya Lani. By the way, saya lupa awal ceritanya darimana karena udah di end chat tapi benang merahnya sih gini.

Lani punya pacar Bona, Bona itu teman saya dan pacar saya. Sebelum kenal Lani, saya kenal Bona duluan. Mereka LDR, saya juga LDR #nggakmaukalah. Lani pegang semua akun sosial media Bona mulai dari facebook dan twitter. Saya sering lihat mereka mengumbar segala kemesraan di dunia maya. Itu yang bikin saya agak ngiri lihat mereka sayang-sayangan dipublish sementara saya nggak. Yang saya simpulkan disini semua kegiatan Bona di sosmed itu dikendalikan oleh Lani sang pacar. Jadi, belum tentu kata-kata mesra itu dikirim bergantian atau berbalas-balasan semacam pantun #krik , sementara itu Lani mengaku kalau Bona pacarnya itu nggak romantis dan ingin pacarnya seperti kebanyakan laki-laki lain yang berinisiatif membanggakan pacarnya kepada khalayak. LAH ITU YANG DI FACEBOOK SAPOSE YANG NULIS MESRA-MESRAAN SAMA ELU DONG? #kunyahkoyocabe. Lalu ada pengakuan lagi kalau selama ini display picture mereka itu saling diatur dan disuruh harus pajang foto berdua, ada lagi biodata Bona di twitter yang menunjukkan dia sayang banget sama pacarnya itu Lani yang buat. Lani buat semuanya seolah-olah Bona yang cinta mati sama Lani padahal justru buat saya tahu kalau Lani yang malah terobsesi sama Bona .......


 
Udah ngerti maksudnya kan?


Lani dan Bona selama pacaran melakukan sebuah pencitraan gila-gilaan kepada semua orang bahwa mereka adalah pasangan teromantis abad ini. Sebagai mahasiswi public relations saya merasa kalah....

#superduperkrik

Mungkin ada beberapa alasan yang bikin Lani menjadi seperti itu. Bisa jadi karena mereka LDR, nggak bisa memprotect satu sama lain, bisa jadi Bona nya emang ganteng jadi banyak yang ganggu, bisa jadi Lani nggak percaya sama Bona. Lalu buat apa pacaran kalau begitu? 

Tapi biarlah semua alasan Lani ini menjadi sebuah misteri. Saya tidak menyalahkan sifat posesifnya Lani. Toh mereka kelihatannya fine-fine aja dengan pola pacaran seperti itu. Berarti mungkin ini mah saya aja yang heboh sendiri hahahaha.

Dari sini saya ambil hikmahnya saja, pacar saya emang nggak romantis, jail, egois, tapi ganteng #uhuk #postingantidakberbayar , Tapi semua yang dia lakukan ke saya itu adalah inisiatif dari dia sendiri bukan karena disuruh dan kepengen dipuji orang lain. Dan saya sangat menghargai segala privacy pacar saya. Saya percaya dia, dan saya nggak akan sekalipun melakukan hal norak seperti yang dilakukan Lani ke Bona. Fyi aja ini baru jadi pacar loh.. beloman juga jadi istri....

Bersyukur sama yang udah kita miliki saat ini. Karena dibalik ketidaksempurnaan pasangan ada kita yang akan melengkapinya.
Muehehe.

You Might Also Like

0 komentar

Terimakasih sudah berkunjung. Mohon untuk berkomentar yang sopan, tidak menuliskan link hidup, dan tidak menyudutkan pihak manapun ya. Insya Allah saya akan berkunjung balik ke Blognya :)

Twitter

Instagram

Facebook Fanpage

Subscribe