Tanpa Bintang :)

15.42.00

“ Sepi ini takkan membunuh kita.. Karena kita selalu bersama.. Bersamanya kita harus bahagia.. Melawan semua aral yang ada.. bersama.. Aku dan kamu selalu bersama.. Habiskan malam.. Walau tanpa bintang... Aku dan kamu saling berpelukan.. Membunuh malam hingga pagi menjelang.. bersama.. selamanya..” (Anang Feat Aurel – Tanpa Bintang)


Bandung, Januari 2013

Hai Mama! Nggak kerasa ya Ma, ini sudah bulan ke 8 aku kenal Mama. Aku nggak nyangka bisa ketemu sama Mama. Bertemu malaikat yang begitu hebat, begitu kuat menjalani hari-harinya sebagai wanita tangguh untuk keluarga kecilnya. Mama memang single parent sekaligus ibu kandung dari seseorang yang sangat aku cintai. Yeah, she’s my lovely mom in law to be.

Aku salut sama Mama. Sudah 20 tahun belakangan ini Mama berjuang membesarkan anak semata wayang Mama tanpa bantuan dari seorang suami disisinya. Mama itu orang yang tegar. Ditinggal pergi oleh seseorang yang sangat dicintainya pun beliau tidak pernah mengeluh dengan hidupnya. Walaupun sebagai wanita biasa aku tahu kekecewaan yang Mama rasakan itu.

Aku tahu Ma, anak Mama ini satu-satunya harapan Mama di masa depan. Dia yang akan menaikkan derajat Mama kelak. Betapa bangganya Dia punya Mama seperti Mama. Aku sempat iri karena melihat cinta kasih yang Mama berikan padanya itu sungguh luar biasa sekali. Beruntungnya dia Ma, punya Mama paling hebat sedunia.

Aku mencintai anak Mama melebihi apapun, dan Mama tahu itu. Kita ini sering sekali ya Ma, mencuri perhatiannya dia. Kadang bisa sampai berebutan juga. Hahahaa. Jelas aku yang kalah Ma, karena sampai kapanpun anak Mama tetap punya Mama.

Rasanya senang sekali bisa mengenal Mama sedekat ini. Aku belum pernah bertemu seseorang atau sesosok ibu (selain ibuku sendiri) yang bisa membuatku nyaman berada didekatnya seperti ini. Dengan segala kebaikan, keterbukaan, dan kesederhanaan itulah aku kagum sama Mama. Dan pada akhirnya sekarang aku juga mencintai Mama.

Tiap hari Mama sibuk menghabiskan waktunya untuk mengajar di salah satu sekolah dasar di dekat rumahnya. Aku selalu menunggu Mama di gerbang sekolah kalau aku datang. Menggunakan motor jadulnya, Mama keluar dari gerbang lalu menemuiku dengan salam disertai peluk hangatnya. Bahagia itu sederhana ya, Ma?!

Aku percaya Ma, orang baik akan mendapatkan balasan yang baik juga. Dengan segala doa-doa yang Mama panjatkan di tiap harinya, dengan segala keringat dan air mata Mama yang terkuras habis selama ini, semua keinginan Mama pasti akan terbayarkan. Mama ingin anaknya bahagia, mendapatkan pasangan hidup yang penuh cinta kasih agar kelak bisa menggantikan sosoknya. Tidak kurang dan tidak lebih. Yaa.. Apapun itu Ma, aku hanya berharap yang terbaik saja. Dan semoga Mama bisa jadi Mamaku juga untuk selamanya. Amin.

Maaf ma, baru sebuah tulisan ini yang bisa aku persembahkan untuk Mama.
I love you Mama Poppy.




Sincerely,

Your beloved daughter in law to be, Neisia :)


Ps : Minggu ini aku datang ya Ma, masih tetap sama, membawa cinta yang begitu banyak :p

#30HariMenulisSuratCinta #1

You Might Also Like

2 komentar

  1. entah kenapa gue merinding bacanya Ne. Terharu gue, ikutan teringat si ibu :') But i love this post, its totally different from others, yang ini gak 'tengil' :p

    BalasHapus
  2. Gue pun pas baca lagi tulisan ini bengong sendiri loh. hahaha, Iya ingin membuat sesuatu yang bisa bikin Mama seneng. Yah, walopun cuma lewat tulisan. Semoga Mama baca :')

    BalasHapus

Terimakasih sudah berkunjung. Mohon untuk berkomentar yang sopan, tidak menuliskan link hidup, dan tidak menyudutkan pihak manapun ya. Insya Allah saya akan berkunjung balik ke Blognya :)

Twitter

Instagram

Facebook Fanpage

Subscribe